• Selasa, 27 September 2022

Andai skenario Ferdy Sambo berhasil

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 19:39 WIB
Mantan Kepala Divisi Propam Polri  Irjen Pol. Ferdy Sambo usai jalani pemeriksaan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).  (ANTARA/Laily Rahmawaty.)
Mantan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo usai jalani pemeriksaan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty.)

 

SETIAP peristiwa selalu ada hikmahnya. Apapun peristiwanya. Termasuk kasus pembunuhan Brigadir Yosua atau Brigadir J. Sulit  membayangkan seandainya skenario yang dilancarkan Ferdy Sambo bahwa telah terjadi tembak menembak antara Bharada E dan Brigadir J berhasil.

Andai masyarakat percaya pada skenario ini, yang juga dirilis Polri, niscaya kebobrokan di institusi Polri tidak terungkap.

Untungnya masyarakat kritis dan tidak percaya begitu saja dengan skenario tembak menembak yang menewaskan Brigadir J. Sebaliknya masyarakat justru percaya kepada keluarga Brigadir J dan pengacaranya yang kemudian melaporkan indikasi pembunuhan berencana terhadap ajudan Ferdy Sambo ini.

Baca Juga: Presiden Jokowi kenakan baju adat Paksian dari Bangka Belitung, ternyata ada maknanya

Peran media dan warganet pun sangat signifikan mendesak kepolisian agar mengungkap kasus tewasnya Brigadir J. Karena desakan masyarakat begitu kuat, ditambah arahan dari Presiden Jokowi kepada Kapolri agar kasus tersebut dibuka setransparan mungkin, terbongkarlah skenario jahat Ferdy Sambo. Ia tak lagi bisa mengelak bahwa dirinyalah yang memerintahkan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Tak hanya itu, Sambo juga mengaku terus terang dialah aktor utama dalam pembunuhan tersebut. Sampai di sini masyarakat cukup lega, karena telah terungkap siapa sesungguhnya di balik pembunuhan Brigadir J. Namun persoalan belum selesai, bahkan baru dimulai, karena di balik pembunuhan tersebut menyimpan misteri yang bisa mengguncang hebat institusi Polri.

Sambo agaknya sudah menyiapkan jurus seandainya sepak terjangnya dibongkar ke publik, ia akan ‘nyokot’ para petinggi di kepolisian. Apalagi beredar kencang isu Sambo menjadi semacam mesin ‘ATM’ di institusi Polri. Sambo juga disebut-sebut mengelola perjudian online 303 yang melibatkan sejawatnya.

Baca Juga: Dekan Bawono pengamat keris Salatiga: Membuang senjata pusaka itu bisa kualat, apalagi jenis keris

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bahaya bercanda saat mancing, ajari anak berenang

Senin, 26 September 2022 | 16:57 WIB

Tawakal gapai harapan hidup yang lebih baik

Jumat, 23 September 2022 | 05:52 WIB

Orang-orang Baik di Negeri Pancasila

Kamis, 22 September 2022 | 11:45 WIB

Mahasiswa cabuli sepupu, ini ancaman hukumannya

Rabu, 21 September 2022 | 11:30 WIB

Mengenang Prof Azyumardi Azra

Senin, 19 September 2022 | 12:00 WIB

Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW dalam pembinaan umat

Sabtu, 17 September 2022 | 07:14 WIB
X