• Kamis, 1 Desember 2022

Dekan Bawono pengamat keris Salatiga: Membuang senjata pusaka itu bisa kualat, apalagi jenis keris

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:56 WIB
Dekan Bawono pengamat dan penghobi keris senjata pusaka di Salatiga. (Dokumen Pribadi)
Dekan Bawono pengamat dan penghobi keris senjata pusaka di Salatiga. (Dokumen Pribadi)

HARIAN MERAPI - Membuang senjata pusaka apalagi peninggalan berupa keris bisa kualat karena dalam membuatnya dulu penuh dengan tirakat.

Ungkapan ini dikemukakan pengamat sekaligus penghobi keris warga Salatiga, Jawa Tengah, Dekan Bawono, Selasa (16/8/2022) sore.

"Senjata pusaka itu seharusnya jangan dibuang. Lebih baik dihibahkan kepada orang lain yang mau atau diserahkan ke museum, " ujar Dekan Bawono.

Baca Juga: Misteri rumah kos kuno di Kediri 3: Mati penasaran dengan dendam karena tanpa sebab ditembak tentara Jepang

Lelaki lulusan FKIP Jurusan Sejarah UNS Solo ini mengungkapkan dalam membuat senjata pusaka itu tidak main-main, tetapi dengan laku tirakat dan olah batin yang tinggi.

"Bisa jadi kejadian di Sragen saat hendak membuang senjata pusaka akhirnya tenggelam karena jatuh ke sungai itu kualat, " kata Dekan Bawono.

Leluhur dulu, kalau membuat senjata memilih bahan besi/ meteir puasa dulu, dan saat mengerjakan pilih hari baik.

Baca Juga: Buang senjata pusaka di sungai, Sastro tewas terseret arus DAS Bengawan Solo, ini kronologinya

Kemudian,jika pembuatan sudah selesai gelar selamatan / sedekah ala jawa sebagai ucapan syukur kepada Tuhan.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X