• Jumat, 12 Agustus 2022

Lima Rahasia Keberhasilan Dakwah Nabi Muhammad SAW

- Rabu, 8 Desember 2021 | 05:00 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

harianmerapi.com - Dakwah Islamiah pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk mengubah seseorang, sekelompok, atau suatu masyarakat menuju keadaan yang lebih baik sesuai dengan perintah Allah SWT dan tuntunan Rasul-Nya.

Usaha mengubah suatu kelompok masyarakat dari satu keadaan kepada keadaan yang lebih baik tidak mungkin terlaksana tanpa rencana yang sistematis dan terpadu.

Semua penggerak dakwah memiliki potensi untuk berhasil dalam dakwahnya. Tapi sering kali kita melihat adanya kegagalan-kegagalan yang ditemui di lapangan. Boleh jadi mereka yang gagal dalam dakwah adalah mereka yang tidak pernah mendalami sirah Nabi Muhammad SAW dalam dakwahnya.

Baca Juga: Tidak Ada Mantan Anak 12: Cobaan Hidup Datang Beruntun, Kehilangan Harta Kekayaan dan Ibu Tercinta

Para penggerak dakwah hendaknya benar-benar memahami langkah-langkah Rasulullah dalam mengemban risalah hingga syi’ar Islam gemilang hingga kini.

Rasulullah Muhammad SAW adalah uswatuh hasanah bagi setiap muslimin, termasuk dalam berdakwah amar ma’ruf dan nahi munkar, sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al-Ahzab, 33:21).

Rasulullah adalah seorang pembangun agama yang hak dan diridha-Nya di atas bumi ini. Di antara sebab atau alasan beliau diberi pertolongan Allah SWT dalam dakwahnya adalah:

Baca Juga: HP Tersimpan di Kulkas Tiga Hari dan Rajin Ronda Keliling Demi Buah Mangga yang Lebih Manis

Pertama, Nabi Muhammad SAW yakin yang sepenuhnya bahwa agama yang disiarkan itu adalah agama yang hak yang akan mengalahkan segala sesuatu yang batil, sebagaimana firman-Nya : “Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.” (QS. Ash-Shaff, 61:9).

Juga firman-Nya : ”Katakanlah! Sudah datang barang yang benar dan lenyap barang yang batal: bahwasanya barang yang batal itu lenyap adanya.” (QS. Al-Isra’, 17:80).

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X