• Selasa, 30 November 2021

Kapolsek di Parigi Moutong Banding Usai Dipecat Akibat Cabuli Anak Tersangka dengan Iming-iming Dibebaskan

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:48 WIB
Kepala Polda Sulawesi Tengah, Inspektur Polisi Satu Rudy Sufahriadi, saat melakukan konfrensi pers terkait hasil sidang etik terhadap kepala Polsek di Parigi Moutong berinisial Inspektur Polisi Satu IDGN yang diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap anak gadis seorang tersangka, Sabtu (23/10/2021) (Foto: ANTARA/Kristina Natalia)
Kepala Polda Sulawesi Tengah, Inspektur Polisi Satu Rudy Sufahriadi, saat melakukan konfrensi pers terkait hasil sidang etik terhadap kepala Polsek di Parigi Moutong berinisial Inspektur Polisi Satu IDGN yang diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap anak gadis seorang tersangka, Sabtu (23/10/2021) (Foto: ANTARA/Kristina Natalia)

PARIGI MOUTONG, harianmerapi.com-Usai diputuskan dipecat, oknum Kapolsek di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah yang nekat meniduri anak tersangka dengan iming-iming dibebaskan memilih banding. Hal ini dibenarkan Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Polisi Rudy Sufahriadi.

"Terhadap putusan rekomendasi PTDH tersebut Inspektur Polisi Satu IDGN menyatakan banding," kata Sufahriadi usai sidang kode etik yang digelar Sabtu (23/10/2021) di Polda Sulteng.

Sufahriadi menjelaskan dari hasil sidang tersebut, Kapolsek berpangkat Iptu itu dinyatakan melanggar etik dan direkomendasikan untuk diberhentikan tidak dengan hormat alias dipecat.

Sidang itu berlangsung tertutup dengan waktu kurang lebih selama lima jam, di ruang sidang Kode Etik Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Kapolsek di Parigi Moutong Akhirnya Dipecat Usai Nekat Cabuli Anak Tersangka dengan Iming-iming Dibebaskan

"Polda Sulteng telah melakukan sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri dipimpin Kepala Bidang Propam Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi Ian Rizkian Milyardin, dengan putusan berupa rekomendasi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH)," kata Irjen Polisi Rudy Sufahriadi.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi Didik Supranoto mengatakan, terkait kasus pidana umum oleh oknum tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah.

“Saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan bila penyelidikan dianggap cukup selanjutnya dilakukan gelar perkara untuk menentukan dapat tidaknya ditingkatkan ke tahap penyidikan,” tegasnya.

Dari penyidikan inilah, kata Supranoto, kembali akan dilakukan gelar perkara untuk menetapkan siapa tersangkanya.

Baca Juga: Oknum Kapolsek Parigi Moutong Segera Jalani Sidang Etik

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X