• Sabtu, 4 Desember 2021

Bupati Sleman Minta Warga Waspada Pinjol Ilegal, Mending Pinjam Uang di Bank, Koperasi Atau Saudara

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 14:28 WIB
Kantor Pinjaman Online di Sleman diberi garis polisi dan dijaga ketat usai digrebek. (Foto: Samento Sihono)
Kantor Pinjaman Online di Sleman diberi garis polisi dan dijaga ketat usai digrebek. (Foto: Samento Sihono)

SLEMAN, harianmerapi.com-Polisi menggrebek kantor aplikasi pinjaman online di Samirono, Caturtunggal. Depok, Sleman. Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pun angkat bicara. Dia meminta masyarakat lebih hati-hati menyikapi fenomena Pinjaman Online atau pinjol.

Menurut Kustini, pihaknya mendukung polisi dan instansi terkait memberantas pinjol ilegal. "Kami mendukung upaya itu (pemberantasan jasa keuangan dalam jaringan ilegal). Supaya tidak ada korban dan masyarakat kita tidak resah," kata dia di Sleman, Sabtu (16/10/2021).

Hal itu disampaikan Kustini menyikapi penggrebekan kantor operator Pinjaman dalam jaringan alias online di Kabupaten Sleman oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY.

Baca Juga: Begini Cara Kantor Pinjaman Online Rekrut Karyawan, Dijanjikan Call Center Malah Jadi Debt Collector

Dari hasil penggerebekan itu ditemukan fakta kantor operator mengoperasikan 23 aplikasi yang semuanya tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Saya berharap masyarakat lebih cerdas dan hati-hati dalam melakukan pinjaman. Jangan gampang tergiur karena syarat yang mudah tetapi masih abu-abu," katanya.

Ia mengatakan, pinjaman dalam jaringan ilegal saat ini dimanfaatkan pihak-pihak jahat sebagai modus penipuan. Maraknya kasus penipuan di tengah krisis ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 menjadi perhatian bersama.

"Yang pasti saya dapat informasi kalau bunganya itu mencekik dan bisa berpotensi penyalahgunaan data-data privasi yang seharusnya kita simpan, tapi malah disebar," katanya.

Baca Juga: Kantor Pinjaman Online di Sleman Digrebek, Sudah Beroperasi Selama 4 Bulan

Ia mengatakan, selain berpotensi menyalahgunakan data, pihak pinjaman dalam jaringan ilegal juga tak segan menggunakan cara-cara teror pada peminjam yang kedapatan telat membayar. Ada pemakai jasa perusahaan ilegal ini yang sampai bunuh diri karena teror itu.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X