• Rabu, 7 Desember 2022

Kurikulum merdeka belajar belum sinkron ke Dapodik, dana tunjangan sertifikasi ratusan guru tertahan

- Jumat, 25 November 2022 | 16:10 WIB
Apel guru pada Hari Guru dan HUT ke-77 PGRI di Alun-alun Kabupaten Karanganyar.  (Abdul Alim)
Apel guru pada Hari Guru dan HUT ke-77 PGRI di Alun-alun Kabupaten Karanganyar. (Abdul Alim)

HARIAN MERAPI - Dana tunjangan sertifikasi guru ASN pengajar kelas I, IV dan VII di Kabupaten Karanganyar tertahan.

Belum sesuainya data pokok pendidikan (Dapodik) dengan kurikulum merdeka belajar terkait jam mengajar guru menyebabkan problem tersebut.

Ketua PGRI Kabupaten Karanganyar Sri Wiyanto mengatakan para guru penerima sertifikasi terancam tak mendapatkan haknya itu karena kisruh administrasi.

Baca Juga: Hari Guru, Bupati Boyolali: Guru mampu memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak generasi penerus.

Dana sertifikasi berkaitan erat jam mengajar guru. Di kurikulum 2013 (K-13) yang berlaku sebelumnya, jam mengajar diatur sedemikian rupa dan dihitung tiap pekannya.

Akumulasinya menentukan guru berhak mendapat tunjangan tersebut.

Sedangkan di kurikulum merdeka belajar, sistem penghitungan hak tunjangan sertifikasi belum terkoneksi ke dapodik guru di daerah.

“Belum semua selesai penyesuaiannya. Terutama bagi guru kelas I dan IV SD serta guru kelas VII SMP. Ada missed dari pusat," kata Sri usai memimpin upacara Hari Guru dan HUT ke-77 PGRI di Alun-alun Kabupaten Karanganyar, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga: Cek sebelum terlambat, pemutihan denda pajak kendaraan di DIY berakhir akhir bulan ini

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X