• Jumat, 30 September 2022

Bapak-bapak asal Srontakan gelar khataman Alquran sebagai syiar Islam dan ikhtiar raih pahala

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 10:00 WIB
Rangkaian kegiatan khataman Alquran kelompok belajar membaca Alquran di Srontakan Sedayu.  (Foto: Sulistyanto)
Rangkaian kegiatan khataman Alquran kelompok belajar membaca Alquran di Srontakan Sedayu. (Foto: Sulistyanto)


HARIAN MERAPI - Tak kurang dari 20 bapak-bapak asal Srontakan Argomulyo Sedayu Bantul semangat belajar membaca Alquran dengan baik sejak Januari 2019, silam.

Sebagian bapak-bapak dengan umur 50 sampai 80 tahun ada yang mulai belajar dengan metode Iqro dari jilid 1, dan saat ini sudah piawai membaca Alquran dengan bacaan tartil (tajwid serta makhraj yang benar).

Adapun tempat belajar membaca Alqurannya, yakni di komplek rumah Drs H Nursisto, salah satu warga Srontakan sekaligus sesepuh kelompok kajian Alquran tersebut.

Baca Juga: Peruntungan Shio Kelinci Rabu 3 Agustus 2022, sebenarnya ini bukan hari yang baik untukmu, jangan .......

“Alhamdulillah, meski ada beberapa kendala yang kami hadapi, namun kami tetap bisa istiqomah untuk tetap berjalan dan sekarang bisa menggelar khataman Alquran,” ungkap H Nursisto, Senin (01/08/2022) malam.

Ditemui di sela-sela pelaksanaan khataman Alquran, bapak dari tiga anak dan lima cucu ini menjelaskan, suatu hal disyukuri pula pelaksanaan khataman Alquran tersebut dalam suasana tahun baru hijriah maupun peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Tak kalah penting dengan digelarnya khataman Alquran diharapkan bisa sebagai syiar Islam, ikhtiar meraih pahala dari Allah SWT dan memberi ruh semangat dalam membaca/mentadabburi Alquran.

Baca Juga: Agar penanganan kasus Brigadir J objektif, Kompolnas klarifikasi status Ferdy Sambo sebagai Kasatgassus

“Pelaksanaan belajar membaca Alquran, kami laksanakan setiap Senin dan Kamis malam. Saat ada pandemi Covid-19, kami pernah vakum, tapi sejak Januari 2022 bisa rutin kami dilaksanakan lagi,” jelas H Nursisto.

Pelaksanaan belajar membaca Alquran dua kali seminggu tersebut, lanjutnya, sekitar 45 menit dari selepas Isya. Biasa pula didatangi dari Lembaga Pembinaan Pengamalan Agama (LP2A) Argomulyo dan Kantor Urusan Agama (KUA) Sedayu.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X