• Jumat, 12 Agustus 2022

Banyak Ternak Terpapar PMK, Pemda DIY Akan Datangkan Sapi dari Bali dan Jateng Jelang Idul Adha

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 15:03 WIB
Puluhan ekor sapi di Pasar Hewan Gamping, Sleman, Yogyakarta (Foto: Koko Triarko)
Puluhan ekor sapi di Pasar Hewan Gamping, Sleman, Yogyakarta (Foto: Koko Triarko)


JOGJA, harianmerapi.com - Ketersediaan hewan kurban di kabupaten Bantul terkendala banyaknya sapi di daerah ini yang terkena PMK atau penyakit mulut dan kaki.

Sebagai antisipasi kendala PMK, Pemda DIY akan mendatangkan sapi dari Bali dan Jawa Tengah.
Selain itu juga bekerja sama dengan para peternak, jagal, dan pedagang sapi lokal di Bantul untuk mengoptimalkan kesehatan dan pemulihan sapi-sapi yang terkena PMK.

Terkait sapi atau hewan kurban dari luar, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (APSDA) Setda DIY, Yuna Pancawati mengatakan ada persyaratannya.

Dia mengatakan, tidak semua sapi-sapi dari luar bisa serta-merta bebas masuk ke DIY.
Menurutnya, setiap hewan kurban yang masuk harus mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Balai Besar Veteriner.

Tidak hanya hewan kurban dari luar, namun juga hewan dari peternak lokal pun harus mengantongi surat tersebut.

Baca Juga: Kasus PMK Menyebar di 10 Kecamatan di Sukoharjo, Kecamatan Gatak dan Kartasura Bebas PMK

“Tidak boleh ada hewan masuk tanpa mempunyai SKKH,” kata Yuna dikutip dari laman jogjaprov, Sabtu (25/6/2022).

Menurutnya, pengurusan SKKH tersebut gratis dan jika sudah mengantongi SKKH tidak boleh dicampur dengan yang belum.

Demikian pula dengan peternaknya, tidak boleh sembarangan kontak dengan hewan kurban.
“Pengurus hewan ternak tidak boleh bergantian, jadi memang yang sehat. Intinya seperti Covid–19 dan taat prokes,” jelas Yuna.

Sementara itu di Kota Yogyakarta, ketersediaan hewan kurban masih terbilang aman. Bahkan, tidak ada sapi di kota ini yang terkena PMK.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X