• Minggu, 2 Oktober 2022

Pemkab Gunungkidul Tutup Pasar Hewan Antisipasi Penularan PMK, Pedagang Kelabakan

- Kamis, 2 Juni 2022 | 15:37 WIB
Pedagang hewan kecele lantaran pasar hewan ditutup sementara untuk antisipasi PMK.  (Bambang Purwanto)
Pedagang hewan kecele lantaran pasar hewan ditutup sementara untuk antisipasi PMK. (Bambang Purwanto)

GUNUNGKIDUL, harianmerapi.com - Pemkab Gunungkidul benar-benar merealisasi kebijakan menutup pasar hewan sementara untuk mengantisipasi penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak pada Kamis (2/6/2022).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengungkapkan bahwa berdasarkan pemeriksaan dan screening yang dilakukan oleh tim kesehatan hewan jumlah sapi tertular PMK sudah mencapai 51 ekor sapi.

Sapi yang tertular PMK tersebut tersebar di sejumlah kapanewon yaitu Playen, Semanu, Karangmojo, Paliyan dan beberapa kapanewon lain.

Baca Juga: Panitia Tribute WR Supratman Gelar Ziarah Kebangsaan untuk Tiga Komponis Pejuang

“Temuan kami ada 51 ternak suspek PMK gejala yang timbul menyerupai penyakit ini,” katanya, Kamis (2/6/2022).

Saat ini pemerintah telah melakukan upaya pencegahan penyebaran PMK. Seperti adanya kebijakan sementara penutupan 2 pasar hewan di Siyono Harjo Kapanewon Playen dan Pasar Munggi, Kapanewon Semanu.

Penutupan pasar dilakukan untuk pencegahan penyebaran PMK, karena dikhawatirkan jika hewan ternak yang sehat bertemu dengan ternak sakit penyebarannya akan cepat terjadi.

Baca Juga: Viral Mahasiswi Magang Curhat Pasang Kateter Urine Pasien Pria, RSUD Wonosari Terseret, Unisa Jogja Minta Maaf

“Penutupan pasar hewan untuk ternak membatasi pertemuan ternak sehat dan yang sakit,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X