• Sabtu, 20 Agustus 2022

Diduga Hakim Itong di PN Surabaya Lobi Sejumlah Pihak untuk Suap Perkara, KPK Masih Dalami Kasusnya

- Jumat, 4 Maret 2022 | 11:15 WIB
Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Itong Isnaeni Hidayat (kiri) dikawal petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Kamis (20/1/2022).  (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Itong Isnaeni Hidayat (kiri) dikawal petugas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Kamis (20/1/2022). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)



JAKARTA, harianmerapi.com - Hakim nonaktif di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat (IIH) diduga aktif melobi sejumlah pihak yang terlibat perkara.


Berkaitan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami dugaan tersebut, antara lain dengan memeriksa tiga orang saksi dari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi perihal dugaan adanya peran aktif tersangka IIH untuk melobi atau mendekati berbagai pihak yang berperkara di PN Surabaya, dengan menjanjikan akan memutus perkara sesuai permintaan dari para pihak dimaksud, jika ada pemberian sejumlah uang," Pelaksana Tugas (Plt.) Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (4/3/2022)

Baca Juga: Terkait Permenaker JHT FPB Sukoharjo Tunggu Surat Resmi Pembatalan Pusat

Itong diduga menjanjikan putusan perkara akan sesuai permintaan, apabila dia diberi imbalan uang oleh berbagai pihak tersebut.

Untuk mendalami penyidikan tersebut, Rabu (2/3), KPK memeriksa Wakil Ketua PN Surabaya Kelas IA Khusus Dju Johnson Mira Mangngi, mantan Hakim Ad Hoc PN Surabaya Kusdarwanto, dan Hakim PN Surabaya Gunawan Tri Budiono.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Itong bersama Panitera Pengganti nonaktif PN Surabaya Hamdan (HD) sebagai tersangka penerima suap, sedangkan selaku pemberi suap adalah pengacara dan kuasa hukum dari PT Soyu Giri Primedika (SGP) Hendro Kasiono (HK).

Baca Juga: Pratu Heriyanto Korban Baku Tembak dengan KSB di Beoga Berhasil Dievakuasi ke Timika

Dalam konstruksi perkara tersebut, KPK menjelaskan Itong, selaku hakim tunggal PN Surabaya, menyidangkan perkara permohonan pembubaran PT SGP, yang diwakili Hendro sebagai kuasa hukum perusahaan tersebut.

Dalam penanganan perkara itu, KPK menduga ada kesepakatan antara Hendro dan pihak perwakilan PT SGP untuk menyiapkan sejumlah uang yang akan diberikan kepada hakim.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X