• Sabtu, 13 Agustus 2022

Kapolres Medan Kombes Pol Riko Sunarko Dicopot dari Jabatannya Karena Terkait Suap Bandar Narkoba

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:00 WIB
Kepala Polda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Panca Putra Simanjuntak.  (ANTARA/HO)
Kepala Polda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Panca Putra Simanjuntak. (ANTARA/HO)

MEDAN, harianmerapi.com - Kapolres Medan Komisaris Besar Polisi Riko Sunarko dicopot dari jabatannya karena terkait kasus dugaan suap dari istri bandar narkoba.

Sebagai gantinya, Kepala Polda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Polisi Panca Putra Simanjuntak, mengangkat Inspektur Pengawasan Daerah Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Armia Fahmi sebagai pelaksana harian di posisi itu.

Pencopotan Sunarko itu disampaikan Simanjuntak kepada sejumlah wartawan di Markas Polda Sumatera Utara, di Medan, Jumat malam (21/1/2022).

Baca Juga: Panglima TNI Lakukan Mutasi dan Promosi Jabatan, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak jadi Pangkostrad

"Terhitung mulai hari ini, Komisaris Besar Polisi Riko Sunarko sebagai kepala Polrestabes Medan. Saya tarik sementara untuk melanjutkan pemeriksaan di Propam Polda Sumatera Utara," ucap dia, yang didampingi Wakil Kepala Polda Sumatera Utara, Brigadir Jenderal Polisi Dadang Hartanto.

Sebelumnya, Sunarko beserta pejabat lain Polrestabes Medan terancam mendapat sanksi tindakan tegas dari pimpinan Polri bila terbukti menerima suap dari istri bandar narkoba.

Kepala Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, mengatakan, saat ini Tim Polda Sumatera Utara tengah memeriksa kasus itu. “Apabila terbukti akan ditindak tegas,” kata dia, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (17/1).

Baca Juga: Ibnu Jamil Kesulitan Belajar Bahasa Sunda, Namun Juga Tertantang untuk Mendalaminya demi Peran

Ia menyebutkan, saat ini Tim Polda Sumatera Utara masih bekerja menelusuri kebenaran informasi yang terungkap dari persidangan tindak pidana narkoba. Selama menunggu hasil pemeriksaan, kata dia, dalam perkara itu polisi menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah.

“Nanti hasilnya akan disampaikan oleh Polda Sumatera Utara. Tetap azaz praduga tidak bersalah harus dijunjung tinggi,” kata dia.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BMKG : Waspadai angin kencang di Labuan Bajo

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:10 WIB
X