• Senin, 27 Juni 2022

Mahasiswa UGM Ciptakan 'Gama Sapudi Methan Chamber' untuk Menghitung Gas Metan Lewat Ponsel

- Selasa, 21 September 2021 | 21:47 WIB
Gama Sapudi Methan Chamber berbasis ‘internet of things’ (IoT). (Foto: Humas Fakultas Peternakan UGM.)
Gama Sapudi Methan Chamber berbasis ‘internet of things’ (IoT). (Foto: Humas Fakultas Peternakan UGM.)

YOGYA, harianmerapi.com - Alat penghitung gas metan atau greenhouses gases untuk ternak ruminansia seperti sapi, domba, kambing dan kerbau masih belum banyak dikembangkan di Indonesia.

Selain itu, harga alat methane chamber untuk penelitian pada ternak masih mahal dan harus didatangkan dari luar negeri.

Beberapa alasan ini memotivasi tim mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) UGM menciptakan 'Gama Sapudi Methan Chamber', yaitu alat untuk menghitung greenhouses gases yang diproduksi oleh ternak ruminansia.

Baca Juga: Pelaku Tabrakan Karambol di Jalan Kaliurang Sleman Kunjungi Pemilik Gerobak Bakwan Kawi

Bahkan dapat dipantau secara real time melalui telepon selular (ponsel) dan komputer, sebab alat ini berbasis internet of things (IoT).

Menurut Gardika Windar Prahara sebagai ketua tim kegiatan, Gama Sapudi Methan Chamber dapat mengukur beberapa kadar greenhouses gases seperti, karbondioksida, metan, hidrogen sulfida, amonia, dinitrogen oksida serta suhu dan kelembaban.

Selain itu memanfaatkan gas keluaran hewan ternak dan menggunakan microcontroller Arduino Nano yang dihubungkan dengan berbagai sensor untuk mendapatkan input data yang lengkap.

“Semua data yang didapatkan akan dikomputasi dan ditampilkan pada LCD display yang berada pada bagian luar alat untuk monitoring di tempat ataupun sebagai penampil ketika terjadi error yang tak dapat ditampilkan secara daring dengan internet,” ungkap Gardika, baru-baru ini.

Baca Juga: Teror Molotov Tak Akan Bikin LBH Yogya Ciut Nyali Bantu Rakyat Miskin

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Coffee Morning Bersama Komunitas Bandara YIA

Selasa, 24 Mei 2022 | 21:03 WIB
X