• Rabu, 19 Januari 2022

Desa Wisata Ngargosari Kulon Progo Potensial Jadi Rest Area Jalur Bedah menoreh

- Selasa, 14 September 2021 | 19:53 WIB
Pelaksanaan FGD di Kalurahan Ngargosari. (Amin Kuntari)
Pelaksanaan FGD di Kalurahan Ngargosari. (Amin Kuntari)

KULON PROGO, harianmerapi.com - Master plan Desa Wisata Ngargosari, Samigaluh, Kulon Progo terus dimatangkan. Nantinya, desa wisata ini akan dijadikan kawasan strategis wisata atau rest area di jalur Bedah menoreh.

Kepala Desa Ngargosari, Muhadi mengatakan, upaya penyempurnaan master plan Desa Wisata Ngargosari dilakukan melalui FGD (Focus Group Discussion) dengan tema Kajian Pemanfaatan Teknologi Digital Guna Mempromosikan Potensi Desa Wisata. Kegiatan ini merupakan program dari Kementerian Desa yang dilaksanakan secara virtual.

"FGD bertujuan untuk mendapatkan arah pengembangan desa wisata pada kawasan jalur Bedah menoreh, menyempurnakan pola manajemen pengelolaan desa wisata dari parsial ke kawasan wisata terpadu kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta membantu menyempurnakan master plan Desa Wisata Ngargosari sebagai pusat kawasan strategis wisata atau rest area wisata," urainya, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga: Kesan Wakil Bupati Kulon Progo Fajar Gegana Jajal Kereta Bandara

Ia menambahkan, FGD diharapkan dapat menyempurnakan masterplan Desa Wisata Ngargosari. Namun ke depan, masih diperlukan koordinasi dan berkerjasama dengan pihak-pihak lain. Jika nantinya masterplan kawasan Desa Wisata Ngargosari sudah sempurna, akan dibuat Peraturan Desa (Perdes) pada Oktober 2021.

"Dengan adanya Perdes, seluruh aspek pariwisata, ekonomi, hingga infrastuktur di Kapanewon Samigaluh dapat berkembang lebih maju lagi. Kami optimis pariwisata di wilayah Samigaluh tidak hanya dikenal di Indonesia, namun juga di kancah dunia," ucapnya.

Baca Juga: Harga Telur Anjlok Tapi Pakan Mahal, Peternak Ayam di Kulon Progo Menjerit

Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengatakan, FGD memberikan manfaat bagi Desa Ngargosari dalam jangka panjang untuk pembangunan pariwisata ke depan. Terlebih, keberadaan Desa Wisata membutuhkan kerjasama dari semua pihak termasuk dari tingkat desa ke atas. Seluruhnya bisa melakukan kolaborasi, koordinasi dan integrasi sehingga tercapai akselerasi pembangunan kepariwisataan di Ngargosari.

"Perkembangan Desa Wisata Ngargosari akan menciptakan pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.*

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemda DIY Siapkan Isoter dan Faskes Hadapi Omicorn

Rabu, 12 Januari 2022 | 10:00 WIB
X