• Kamis, 6 Oktober 2022

Keris bukan hanya untuk pusaka, tapi juga komoditas, punya nilai ekonomi, potensinya besar

- Senin, 15 Agustus 2022 | 06:00 WIB
Sejumlah keris dalam sebuah pameran yang digelar Komunitas Lar Gangsir di Omah Dhuwung, Wukirsari, Sleman, Jumat (12/8/2022).  (Koko Triarko)
Sejumlah keris dalam sebuah pameran yang digelar Komunitas Lar Gangsir di Omah Dhuwung, Wukirsari, Sleman, Jumat (12/8/2022). (Koko Triarko)

HARIANMERAPI.COM – Selain sebagai pusaka, keris juga punya nilai ekonomi dan peluang yang sama dengan komoditas lain untuk bisa berkembang.

Sayangnya, pemahaman masyarakat terhadap keris masih terbatas hanya sebagai pusaka.

Bahkan, tidak sedikit masyarakat menganggap keris sebagai pusaka yang tabu untuk diperjualbelikan.

Baca Juga: Seratusan keris kalawijan dipamerkan di Omah Dhuwung Sleman, ada keris dari zaman Dongson

Selain itu, banyak pula yang masih menganggap keris sebagai suatu benda berkekuatan gaib semata.

Pemerhati keris dari Komunitas Lar Gangsir, Taufiq Hermawan bahkan menyebut perkembangan keris justru terhambat oleh nalar masyarakat yang masih terbatas itu.

Dia mengatakan, sebenarnya pasar keris saat ini cukup bagus. Perputaran ekonomi di sentra perajin keris dan warangka di Imogiri, Bantul, juga cukup cepat.

Baca Juga: Begini memahami keris agar tidak tersesat ke dunia klenik, menurut pakem ada tiga fungsi

Karenanya, dia optimis jika keris juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang mampu bersaing hingga ke pasar ekspor.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X