• Jumat, 12 Agustus 2022

Pemimpin yang Zalim 70: Menyambut Hari Pernikahan dengan Perasaan Hambar

- Sabtu, 4 Juni 2022 | 17:10 WIB
Ilustrasi cerita hidayah pemimpin yang Zalim: Menyambut hari pernikahan dengan perasaan hambar (Ilustrasi Pramono Estu)
Ilustrasi cerita hidayah pemimpin yang Zalim: Menyambut hari pernikahan dengan perasaan hambar (Ilustrasi Pramono Estu)

harianmerapi.com - Kumpulan cerita hidayah pemimpin yang Zalim. Lamaran Pak Sungsang yang serta merta diterima oleh Pak Sabar ternyata tanpa sepengetahuan Lola.

Karena itu, betapa kecewanya Lola, ketika ia dibertahu Bu Sabar bahwa sebentar lagi dirinya akan menikah dengan Puma setelah Pak Sungsang mengajukan lamaran.

Bagi masyarakat desa dimana Lola tinggal, memang sudah menjadi kebiasaan urusan pernikahan dibicarakan antar orangtua kadang tanpa melibatkan si anak.

Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 1: Kepala Desa Meninggal Mendadak secara Misterius, Warga pun Geger dan Heboh

Namun bagi Lola hal itu dianggapnya sudah ketinggalan zaman.

Ia merasa punya pendapat yang juga harus dihargai oleh orangtua.

"Bapak tidak bisa menolak lamaran Pak Sungsang, karena beritanya sudah menyebar di masyarakat."

"Satu-satunya cara untuk menutup aib, maka Lola harus bersedia menikah dengan Puma," kata Bu Sabar pada Lola.

Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 2: Suara Pro dan Kontra Muncul Setelah Kepada Desa Meninggal Mendadak

Lola tak bisa menjawab. Ia hanya diam saja meski dalam hatinya menangis.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X