• Minggu, 23 Januari 2022

Rumahku Bukan Surgaku 26: Bukan Anak Kandung Namun Tetap Sayang dan Diberi Nama Afifah

- Rabu, 1 Desember 2021 | 13:00 WIB
Pono tetap sayang pada Afifah meski bukan anak kandungnya.     (Ilustrasi Sibhe)
Pono tetap sayang pada Afifah meski bukan anak kandungnya. (Ilustrasi Sibhe)

harianmerapi.com - Lima bulan terlewatkan, akhirnya Inem melahirkan jabang bayi mungil. Bayi perempuan itu oleh Pono diberi nama Afifah.

Menurut arti katanya, Afifah adalah memiliki harga diri. Pono berharap, sekalipun bukan anak kandung, ia berharap putrinya nanti memiliki harga diri sehingga mampu menjalani kehidupan dengan tegar dan meraih kebahagiaan yang lebih dibanding orang tuanya.

Inem sendiri senang dengan pemberian nama tersebut, karena merupakan pemberian dari Pono, yang berarti suaminya sudah menganggap itu selayaknya anak kandung sendiri.

Baca Juga: Arwah Saudara Kembar Menjahit Gaun Baru Buat Lebaran

Apalagi setelah diberitahu Pono, makna dari sebutan Afifah itu sendiri.

"Nama yang bagus dan indah, Mas. Semoga kelak bisa mewujudkan harapan Mas Pono," kata Inem.

Status Afifah menjadi rahasia bagi Inem dan Pono, sehingga para tetangga tahunya itu adalah anak hasil pernikahan mereka.

Baca Juga: Uang Baru Tak Laku dan Kiat Dokter Agar Balita Tak Nangis Saat Diperiksa

Begitu pun dengan orang tua Inem maupun Pono, yang menyambut gembira kehadiran seorang cucu perempuan.

Rasa syukur atas kelahiran Afifah mereka rayakan dengan melaksanakan pengajian aqiqoh, menyembelih satu ekor kambing di kampung halaman.

Hubungan suami istri mereka pun semakin lengkap, karena setelah masa nifas habis Pono merasa tidak canggung untuk menggauli Inem.

Baca Juga: Ki Ageng Makukuhan Alias Sunan Kedu 3: Meninggalkan Istri yang Tengah Hamil Demi Tugas Suci

Kata bijak yang menyebutkan anak membawa rezeki rupanya juga benar-benar dialami Pono dan Inem. Saat Afifah menginjak usia tiga bulan, Pono mendapat kenaikan jabatan di kantornya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X