• Rabu, 8 Desember 2021

Mensyukuri Nikmat 33: Menyesal Telah Menikah Muda

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:50 WIB
Bagas dan Minul merasakan jauh berbeda sebelum dan sesudah menikah. (Ilustrasi Sibhe)
Bagas dan Minul merasakan jauh berbeda sebelum dan sesudah menikah. (Ilustrasi Sibhe)

MENIKAH di usia muda, maka risikonya pasangan tersebut belum siap untuk menghadapi berbagai situasi dalam berumah tangga. Terlebih lagi jika pernikahan itu dilakukan dengan keterpaksaan.

Bagas yang terpaksa menikah Minul karena sudah hamil lebih dulu, merasakan hal itu. Sekarang ia tidak bisa bebas lagi seperti saat masih sendiri. Di saat harus menyelesaikan sekolahnya, dia juga harus mengurusi istrinya yang tengah hamil.

"Rasanya kok jauh beda banget saat masih pacaran ya? Dulu semua serba indah, sekarang jadi biasa-biasa saja. Bahkan saya jadi repot ngurus ini itu," batin Purbo seolah menyesali dirinya sendiri.

Baca Juga: Kencan dengan Pria Hidung Belang, Ternyata Usianya Sudah Lebih 200 Tahun

Terlebih lagi dengan Minul, sekarang harus lebih banyak tinggal di rumah karena sudah putus sekolah. Ia lebih banyak mengurung diri, karena malu jika harus bertemu dengan teman-temannya.

Sekarang benar-benar dirasakan Minul, betapa tersiksanya hidup dalam keterkekangan. Tidak bisa ini tidak bisa itu, terlebih ia harus tinggal satu rumah dengan mertuanya.

Padahal ia masih punya sifat kekanak-kanakan sebagaimana layaknya para remaja lainnya. Semua itu membuat batinnya tertekan, setengah menyesali nasib yang dialaminya.

Baca Juga: Lebaran di Kampung Gaib 4: Berawal karena Menyelamatkan Burung dari Jeratan

Di saat-saat sendiri di dalam kamar, Minul sering menangis. Ingin berontak dengan keadaan yang ada, namun tak kuasa untuk melakukannya. Bahkan kadang ia menyalahkan janin yang ada dalam perutnya. Betapa menyesalnya ia telah hamil, karena belum puas dengan masa remajanya.

Jika sudah begitu, maka Bagas yang menjadi sasaran pelampiasan. Marah-marah atau ngambek tanpa alasan yang jelas. Sementara Bagas sendiri yang juga belum memiliki kematangan berpikir, ikut terpancing dalam emosi. Perselisihan dan pertengkaran pun menjadi hal yang biasa bagi pengantin muda itu.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X