• Rabu, 8 Desember 2021

Mensyukuri Nikmat 31: Suka Judi Akhirnya Jadi Gelap Mata

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 20:00 WIB
Kesukaan judi Purbo makin menjadi. (Ilustrasi Sibhe)
Kesukaan judi Purbo makin menjadi. (Ilustrasi Sibhe)

“Sesungguhnya (minuman) khamar (arak/memabukkan), berjudi (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS al-Maidah: 90)

TIDAK mengindahkan peringatan agama soal judi, maka akibatnya kerugian besar yang didapat. Itulah yang kini tengah dirasakan Purbo. Makin tua usia bukannya makin menyadari, tapi justru malah semakin menjadi.

Purbo makin berani dalam bermain judi, sehingga beberapa petak tanah warisan mertuanya sudah lenyap akibat dipertaruhkan.

Baca Juga: Kencan dengan Pria Hidung Belang, Ternyata Usianya Sudah Lebih 200 Tahun

Beberapa teman dekatnya sudah mengingatkan hal itu, namun semua dianggapnya angin lalu belaka. Hingga akhirnya perbuatan Purbo makin menggila dan gelap mata ketika mempersoalkan sebidang tanah yang sudah dihibahkan dan dibangun musala oleh almarhumah istrinya, Yani.

Purbo merasa dirinya masih punya hak atas tanah yang di atasnya sudah ada bangunan musala itu, sehingga ingin mengambilnya kembali.

Itu dilakuannya karena ia kalah berjudi dan harus menebusnya dengan sejumah uang yang tidak sedikit. Jika menjual sawah lagi, Purbo takut lama-lama akan habis, padahal selama ini menjadi mata pencaharian utama sebagai petani.

Baca Juga: Wanita Berbaju Putih Menangis di Rel Kereta Api

Pejabat kampung pun sampai harus turun tangan untuk menyelsaikan permasalahan. Hasil dari rapat para pemuka kampung dan tokoh agama setempat, gugatan Purbo dianggap tidak berdasar sama sekali.

Pak modin berhasil menunjukkan surat yang menjadi bukti kuat bahwa tanah dan musala sudah dihibahkan oleh Ibu Yani.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X