• Selasa, 7 Desember 2021

Mensyukuri Nikmat 32: Inikah yang Dinamakan Hukum Karma?

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:50 WIB
Orang-orang membicarakan nasib yang menimpa keluarga Purbo. (Ilustrasi Sibhe)
Orang-orang membicarakan nasib yang menimpa keluarga Purbo. (Ilustrasi Sibhe)

TIDAK ada yang abadi di dunia. Begitu pula dengan harta kekayaan yang dimiliki keluarga Purbo. Tak pandai mengelola harta peninggalan melimpah yang ditinggalkan Yani sebagai istri pertamanya, maka tak terasa lama-kelamaan harta itu semakin menipis.

Apalagi Purbo dan Darti tak pernah menyisihkan sebagian harta itu untuk bersedekah. Tapi justru digunakan untuk berfoya-foya, seolah-olah mereka akan hidup abadi. Lupa mati, lupa menabung bekal untuk dibawa di akherat nanti.

Setelah kejadian upaya Purbo merebut kembali tanah yang sudah dihibahkan untuk musala, kehidupan keluarganya pun semakin berantakan.

Baca Juga: Misteri Sosok Perempuan dalam Cermin di Rumah Tua

Bagas, anak pertamanya dengan Darti, rupanya telah melakukan pergaulan kelewat batas, sehingga ada perempuan yang menuntut untuk dinikahi lantaran sudah telanjur hamil lebih dulu.

Purbo pun teringat masa mudanya, ketika Darti datang menuntut dirinya untuk bertanggung jawab karena sudah berbadan dua.

"Mengapa nasib yang dulu saya alami, sekarang harus terjadi pada anakku. Inikah yang dinamakan hukum karma?" tanya Purbo dalam hati.

Baca Juga: Kencan dengan Pria Hidung Belang, Ternyata Usianya Sudah Lebih 200 Tahun

Bedanya, dahulu Darti menuntut saat dirinya baru saja menikahi Yani, alias sudah berstatus sebagai suami orang. Sedang sekarang Bagas dan kekasihnya yang dihamili masih sama-sama 'single'.

Terpaksa Purbo pun menikahkan Bagas dengan perempuan yang menuntut tersebut, meski mereka masih sangat muda. Keduanya sama-sama masih sekolah di smester akhir SMA.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X