• Sabtu, 13 Agustus 2022

Menanam Harapan di Bulan Penuh Keberkahan

- Jumat, 15 April 2022 | 03:30 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

haranmerapi.com - Setiap orang pasti memiliki harapan; harapan untuk hidup bahagia, sejahtera, dan terhormat.

Kita berharap bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, bisa terhindar dari penderitaan, kemiskinan dan kebodohan.

Kita berharap dapat menjadi pegawai yang berdedikasi tinggi dan berprestasi, dapat menjadi muslim yang taqwa, selalu beramal shaleh, berakhlak mulia (akhlaq al-karimah) dan menjalankan amar ma'ruf dan nahi munkar.

Baca Juga: Ulama Ageng Ngerang dan Kesultanan Mataram 8: Semula Makamnya Tak Diketahui karena Berada di Pemakaman Umum

Dan masih banyak lagi harapan yang semua itu menunjukkan keadaan yang lebih baik daripada sekarang.

Kehidupan dunia yang sekarang kita alami adalah saat yang tepat untuk menabur berbagai harapan sebagaimana di atas. Layaknya sepetak tanah, dunia adalah tempat menanam, dan harapan itu adalah laksana benih.

Karena itu, untuk dapat panen, maka kita harus mau dan mampu menabur benih. Siapapun yang semakin banyak menabur benih, maka semakin banyak ia berkesempatan untuk
panen.

Siapa yang banyak menanam akan banyak mengetam, begitulah kira-kira sunatullah dalam kehidupan. Hanya persoalannya, seringkali kita lupa, bahwa harapan itu dapat menimbulkan berbagai perilaku.

Pertama, orang yang mempunyai harapan, tetapi tidak dibarengi dengan kemauan dan kemampuan melakukan usaha untuk mewujudkan harapan itu.

Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 28: Saat Hidup Disia-siakan, Merasa Kehilangan Setelah Orangnya Meninggal

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X