harianmerapi.com - Nasihat adalah bentuk kasih sayang dan kepedulian seseorang terhadap saudara muslim lainnya. Dengan memberikan nasihat, seseorang akan terselematkan dari perbuatan yang tidak baik dan merugikan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Dalam Agama Islam, memberikan nasihat termasuk perkara amar ma'ruf dan nahi munkar. Tidak akan merasa rugi dalam hidup, karena dengan adanya nasihat kita akan mengetahui letak kekurangan dalam diri, sehingga bisa segera memperbaikinya.
Dengan adanya nasehat dari sesama muslim, hidup kita juga akan lebih terkontrol dan dapat terhindar dari perbuatan maksiat.
Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 9: Ternyata Jauh dari Bayangan Jadi Kepala Desa dan Mulai Muncul Banyak Godaan
Untuk itu, wajib hukumnya bagi seorang muslim memberikan nasehat kepada saudaranya. Karena hidayah Allah bisa datang kapan saja kepada orang
yang Dia kehendaki.
Dalam menasihati seseorang ada adab yang perlu diperhatikan. Adab ini sangat penting dilakukan untuk menghindari perpecahan dan kesalahfahaman; yakni :
Pertama, menggunakan kata-kata yang baik. Dalam menyampaikan nasehat hendaknya menggunakan kata-kata yang baik, yaitu kata-kata yang penuh kelembutan dan hikmah.
Perhatikan bagaimana Allah SWT menerintahkan Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS untuk menasehati Fir’aun.
Allah SWT berfirman: “Hendaknya kalian berdua ucapkan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia akan ingat atau takut kepada Allah”. (QS. Thaha, 20:44).
Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, suka melaknat, suka bicara kotor dan suka bicara jorok” (HR. Tirmidzi).
Kedua, didasari dengan niat yang ikhlas. Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan seseorang mendapatkan ganjaran sesuai niatnya.
Orang yang hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan ganjaran sebagai amalan hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya.
Orang yang hijrah untuk mendapatkan dunia atau untuk menikahi wanita, maka hijrahnya sekedar untuk apa yang ia niatkan tersebut”. (HR. Bukhari).
Baca Juga: Kangen Nyasar di Jogja dan Bayi tak Mau Menetek Ibu Saat Persalinan di Rumah Sakit Ternyata Tertukar