HARIAN MERAPI - Persaudaraan sejati adalah hubungan yang didasarkan pada cinta, kasih sayang, dan kesetiaan tanpa memandang perbedaan suku, agama, atau latar belakang.
Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an (QS. Al-Hujurat: 10): "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
Orang muslim ibarat satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka seluruh tubuh akan ikut sakit. Seperti yang dijelaskan dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim: "Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih sayang dan belas kasihannya adalah seperti satu tubuh. Jika satu bagian tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan ikut sakit."
Sedikitnya ada sepuluh Cara Menjaga Persaudaraan Menurut Al-Qur'an dan Hadits; yakni:
Pertama, Saling Menghormati dan Menghargai. Firman Allah SWT: ”yâ ayyuhan-nâsu innâ khalaqnâkum min dzakariw wa untsâ wa ja‘alnâkum syu‘ûbaw wa qabâ'ila lita‘ârafû, inna akramakum ‘indallâhi atqâkum, innallâha ‘alîmun khabîr.
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti. (QS. Al-Hujurat; 49:13).
Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal."
Kedua, Saling Memaafkan. Firman Allah SWT: ”khudzil-‘afwa wa'mur bil-‘urfi wa a‘ridl ‘anil-jâhilîn.” Artinya: “Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.” (QS. Al-A’raf; 7:199).
Jadilah engkau wahai Nabi Muhammad dan juga umatmu orang yang pemaaf, dan tidak meminta sesuatu yang akan menyulitkan orang lain dan suruhlah orang mengerjakan dan mengucapkan yang makruf, berupa kebajikan yang dipandang baik oleh akal, agama dan tradisi masyarakat, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh, teruslah melangkah dalam berdakwah.
Ketiga, Saling Membantu. Firman Allah SWT: ” Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar (kesucian) Allah, jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qalā’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula mengganggu) para pengunjung Baitulharam sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya! Apabila kamu telah bertahalul (menyelesaikan ihram), berburulah (jika mau).
Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya. (QS. Al-Maidah; 5:2).
Baca Juga: Pimpinan Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta Gelar Syawalan, Pamitan Haji 2026, dan Rapat Rutin Reboan
Keempat, Saling Mengunjungi. Saling mengunjungi dalam Islam sangat dianjurkan karena dapat memperkuat tali silaturahmi dan menambah kasih sayang. Sabda rasulullah Muhammad SAW: "Tidaklah seorang muslim itu menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuk mendoakannya." (HR. Bukhari-Muslim).