• Senin, 29 November 2021

Mengapa Rasulullah Menganjurkan Umatnya untuk Bermurah Hati?

- Kamis, 16 September 2021 | 05:00 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Puro, M. Si. (Foto: Istimewa)
Dr. H. Khamim Zarkasih Puro, M. Si. (Foto: Istimewa)

RASULULLAH Muhammad Shallallaahu’alaihi Wa Sallam menganjurkan umatnya untuk murah hati kepada siapa pun. Orang yang murah hati akan disukai orang lain dan dicintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala, mendapatkan curahan rahmat dan ampunan, rezekinya dilapangkan dan kehidupannya tentram, bahagia serta sejahtera.

Sebaliknya sifat kikir dan bakhil dikategorikan sebagai sifat tercela yang harus ditinggalkan. Rasulullah SAW bersabda, “waspadalah terhadap sikap zalim, karena kezaliman akan menjadikan kegelapan di hari kiamat. Waspadalah terhadap sifat kikir, karena kekikiran adalah sifat yang telah menghancurkan umat-umat sebelummu. Sifat ini mendorong mereka tega melakukan pembunuhan dan melakukan hal-hal yang haram.” (HR. Muslim).

Perhatikanlah doa Rasulullah SAW: “Ya Allah. Saya mohon perlindungan kepada-Mu dari sifat kikir dan malas, juga dari pikun, azab kubur dan cobaan semasa hidup dan setelah mati.” (HR. Muslim).

Baca Juga: Kejujuran Membawa Nikmat 18: Mimpi Diajak Papa ke Tempat yang Indah

Al-Qur’an sangat menganjurkan sikap kedermawanan dan kemurahan hati; “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran, 3:92).

Firman-Nya: “Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah, 2:245).

Di sisi lain Al-Qur’an juga menyinggung sifat kikir dan bakhil; “Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat…” (QS. Ali ‘Imran, 3:180).

Baca Juga: Gantungkan Cita-cita Setinggi Langit 1: Banyak Teman Banyak Rezeki

Rasulullah Muhammad SAW adalah teladan utama yang harus menjadi panutan dalam hal kedermawanan sosial. Kedermawanan sudah menjadi karakter yang lekat dengan pribadi beliau, di mana kemurahan hatinya itu bukan didorong oleh keinginan menyombongkan diri atau untuk dipuja puji orang lain, namun sikap mulia ini beliau lakukan atas dasar keikhlasan untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.

Rasulullah SAW sangat perhatian terhadap anak yatim dan fakir miskin.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lima Ujian yang Dihadapi Hidup Orang Beriman

Jumat, 26 November 2021 | 05:00 WIB

Empat Macam Kedudukan Anak dalam Al Quran

Senin, 22 November 2021 | 04:36 WIB

Enam Buah Takwa yang Dinjanjikan Allah dan Rasul-nya

Jumat, 12 November 2021 | 05:00 WIB

Makna Pahlawan dalam Perspektif Islam

Rabu, 10 November 2021 | 05:00 WIB

Roja’ Kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Rabu, 27 Oktober 2021 | 05:00 WIB
X