Keteladanan Nabi Muhammad SAW

- Rabu, 1 September 2021 | 05:13 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Istimewa)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Istimewa)

NABI Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 Rabi`ul Awal Tahun Gajah di Makkah al-Mukarramah. Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan momentum awal, babak baru kejayaan Islam dalam konteks penyebaran agama Islam sebagai agama tauhid.

Tugas dan tanggung jawab Nabi Muhammad SAW sangat berat, karena pada saat itu Nabi dihadapkan dengan zaman yang penuh kejahiliahan (kebodohan).

Penyakit jahiliah ini sudah pada tingkatan yang sangat kronis, keyakinan dan kepercayaan keberagamaan pada saat itu hanya menyembah berhala (patung-patung) yang diyakini memberikan kebaikan dan kebahagiaan.

Posisi perempuan saat itu sangat dimarjinalkan, perempuan dianggap hanya sebagai pelayan untuk pemuas nafsu birahi, boleh dibunuh karena dianggap sebagai penyebab aib di dalam keluarga, dan sebagainya. Maka persoalan inilah yang harus dientaskan oleh
seorang Nabi Muhammad SAW dalam dakwahnya.

Baca Juga: Kunci Kebahagiaan adalah Qalbun Syakirun

Dalam al-Quran surat Al-Anbiya` ayat 107 Allah SWT berfirman : “Tidaklah Kami mengutusmu melainkan untuk menjadi rahmat sekalian alam”.

Dalam hadits Nabi disampaikan bahwasanya ; “ia diutus ke muka bumi ini untuk membenahi akhlak manusia”.

Secara tegas ayat dan hadits ini mengatakan bahwa tugas nabi Muhammad SAW adalah merekonstruksi moralitas, akhlak dan perilaku manusia.

Mengenai keluhuran akhlak Nabi, Allah berfirman: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (QS. al-Qalam, 68:4).

Baca Juga: Bertaubat dengan Sepenuh Hati, Ini Lima Syaratnya

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

Sikap Muslim terhadap Al Qu’ran

Rabu, 1 Februari 2023 | 06:17 WIB
X