• Minggu, 27 November 2022

Pasca peristiwa G30S PKI 1965, demonstrasi terjadi tiap hari, ekonomi terpuruk hingga rakyat sengsara

- Sabtu, 24 September 2022 | 06:08 WIB
Ilustrasi demonstrasi  (Koko Triarko)
Ilustrasi demonstrasi (Koko Triarko)

HARIAN MERAPI - Jenazah para jenderal TNI AD korban G30S PKI 1965 ditemukan di Lubang Buaya, membuat rakyat marah.

Apalagi, penemuan jenazah para jenderal TNI AD korban G30S PKI itu oleh Mayjen Soeharto disiarkan melalui RRI dan TVRI.

Selain itu, media cetak lainnya saat itu juga meliput langsung kabar penemuan jenazah para jenderal TNI AD korban G30S PKI tersebut.

Baca Juga: Petung Jawa weton Minggu Wage 25 Septeber 2022, kebalikan dari yang umum, penampilannya menarik

Hal itu tentu saja membuat rakyat di seantero Nusantara marah besar terhadap PKI. Situasi sosial dan politik pun pada waktu itu menjadi panas.

Rakyat yang saat itu merasa terintimidasi oleh PKI, bangkit dan marah. Sementara sebagian yang lain takut akan terjadi pertumpahan darah.

Di tengah situasi sosial politik yang mencekam itu, jenazah para jenderal TNI AD korban G30S PKI dimakamkan.

Sebelumnya, jenazah korban G30S PKI diotopsi di RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD). Kemudian, disemayamkan di Markas Besar Angkatan Darat (MBAD).

Baca Juga: Pulang dari kandang sapi di Lereng Merapi, Pak Raji diboncengi lelembut penghuni makam wingit

Mengutip buku tentang PKI karya Nur Johan, jenazah korban G30S PKI kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pada tanggal 5 Oktober 1965.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X