Novia Widyasari Diduga Dipaksa Aborsi dan Dianiaya, Warganet Paksa Polri Usut Tuntas

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 09:41 WIB
Poster belasungkawa atas meninggalnya Novia Widyasari Rahayu. ( foto:Twitter/@Jatmiko_Ajhe)
Poster belasungkawa atas meninggalnya Novia Widyasari Rahayu. ( foto:Twitter/@Jatmiko_Ajhe)

Empat bulan setelah kejadian, Novia Widyasari mengetahui jika dirinya hamil dan langsung mengadu kepada R. Mendapat informasi dari kekasihnya, R disebut langsung membujuk gadis itu untuk menggugurkan kandungannya.

Enggan membunuh calon buah hatinya, Novia Widyasari melaporkan hal itu kepada keluarga R. Mereka lantas diajak makan bersama oleh keluarga R. Orangtua R mengaku akan bertanggung jawab, dan mengantarkan Novia pulang ke rumah.

Baca Juga: HDI Momentum Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Soal Keberadaan Penyandang Disabilitas

Saat bertemu dengan ibu Novia Widyasari, ucapan orangtua R justru berbeda dari pernyataan sebelumnya. Mereka mengaku tidak bisa menikahkan anaknya, karena kakak R masih ada yang belum menikah dan R sendiri baru saja menjadi polisi.

Kondisinya, ibu korban sendiri sebenarnya belum mengetahui bahwa anaknya tengah hamil. Sehingga tidak memahami maksud dari perkataan keluarga R yang mengaku tidak bisa menikahkan mereka berdua.

Keesokan harinya, rumah Novia Widyasari terdengar suara ledakan seperti dilempar bom. Namun hanya suara saja, dan tiba-tiba mati lampu hanya di rumah Novia saja. Kejadian tersebut terjadi selama dua hari.

Baca Juga: Warga dan Mahasiswa Etnis Papua Berkolaborasi Tanam Pohon di Jalan Kampus FTI UKSW Salatiga

Cerita tersebut dibagikan ulang oleh akun @eponinethernard, dan mendapatkan 9000 lebih tanda suka. Tiga ribu lebih lainnya ikut membagikan ulang dan tidak sedikit yang memberikan komentar. Banyak warganet menuntut pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini.

"Usut ampe tuntas, parah banget jangan mentang-mentang baru punya power tinggi seenak jidat perlakuin manusia lain #SAVENOVIAWIDYASARI," tulis akun @gita_d****.

"Kalau ini nyata Polres Mojokerto, C.q.
@HumasPoldaJatim harus menyelidiki secara detail dan menghukum berat pelaku. Pasal Pidana pemerkosaan dalam UU merupakan delik aduan. Kalau Korban informasinya sudah mengadu tolong aduannya diproses. Bukti-bukti sudah terkumpul. #SAVENOVIAWIDYASARI," komentar akun @opinirakyat****.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X