• Selasa, 30 November 2021

Pejabat Kulon Progo Tersangka Korupsi GOR Cangkring Ajukan Praperadian, Sebut Status Tersangka Terlalu Cepat

- Rabu, 24 November 2021 | 17:01 WIB
Suasana sidang praeradilan di PN Wates (Foto: Amin Kuntari)
Suasana sidang praeradilan di PN Wates (Foto: Amin Kuntari)

KULON PROGO, harianmerapi.com - Sidang pra peradilan atas penetapan status tersangka kasus korupsi proyek pembangunan GOR Cangkring, Wates, Kulon Progo digelar di PN Wates, Rabu (24/11/2021) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli dari pemohon pra peradilan. Dalam sidang, saksi ahli dari pihak pemohon menyebut adanya kesalahan administrasi yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Wates.

Digelarnya sidang pra peradilan merupakan tindaklanjut permohonan dari RS, pejabat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo yang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dalam perencanaan dan pembangunan GOR Cangkring oleh Kejari Kulon Progo.

Dalam sidang, RS bersama kuasa hukumnya menghadirkan Murdomo, Dosen Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta untuk memberi keterangan berkaitan dengan prosedur penetapan status tersangka yang dilakukan Kejari Kulon Progo.

Baca Juga: Putusan PK, MA Nyatakan Mantan Kadus Kembangsongo Bantul Tak Bersalah Lakukan Korupsi

"Kami sampaikan terkait surat perintah penyidikan (sprindik) dalam pemanggilan dari Kejaksaan. Dalam surat pemanggilan tertulis RS sebagai terdakwa, padahal seharusnya tersangka karena belum disidangkan," kata Murdomo, usai sidang.

Penulisan status RS sebagai terdakwa dalam sprindik yang dilayangkan Kejari Kulon Progo disebut Murdomo sebagai mal administrasi. Hal itu kemudian disadari oleh pihak kejaksaan.
"Ini fatal menurut saya, menunjukkan kalau tidak profesional, nggak bisa dikatakan salah ketik," tegasnya.

Murdomo berpendapat, kesalahan administrasi yang dilakukan pihak Kejari Kulon Progo bisa menjadi dasar bagi majelis hakim untuk memutuskan perkara ini. Sebab hal itu menyangkut nama dan hak asasi manusia.

Baca Juga: Pejabat Disdikpora Kulon Progo Terseret Kasus Korupsi Pembangunan GOR Cangkring

Kuasa Hukum RS, Tuson Dwi Hariyanto mengatakan, saksi ahli dihadirkan pihaknya untuk menjelaskan rangkaian penetapan status tersangka kasus korupsi. Ia berpendapat, penetapan status tersangka yang dilakukan Kejari Kulon Progo terhadap RS terlalu cepat.

"Kalau berbicara kerugian negara, harusnya masuk dalam pokok perkara, pokok bahasan. Tapi kami nilai dari proses awal sampai sekarang belum ada kerugian negara yang ditimbulkan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X