• Kamis, 6 Oktober 2022

Prof Mukti Fajar Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UMY. Jokowi: Pentingnya Kebaruan Regulasi

- Rabu, 25 Mei 2022 | 20:33 WIB
Rangkaian acara pengukuhan Prof Mukti Fajar sebagai guru besar UMY.  (Foto: Dok BHP UMY)
Rangkaian acara pengukuhan Prof Mukti Fajar sebagai guru besar UMY. (Foto: Dok BHP UMY)

BANTUL, harianmerapi.com – Prof Dr Mukti Fajar ND SH MHum menyampaikan orasi ilmiah bertajuk ‘Hukum dan Kesejahteraan: Konsep Regulasi di Era Sharing Economy’ dalam rangkaian acara pengukuhannya sebagai guru besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (25/5/2022), di Sportorium UMY.

Dalam sambutannya yang dilakukan secara daring, Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi sangat tinggi kepada Prof Dr Mukti Fajar atas kontribusinya di bidang ilmu hukum dalam membahas konsep hukum di era sharing economy.

Menurutnya, Prof Mukti melalui orasi ilmiahnya telah menawarkan terobosan konsep hukum yang mengedepankan kecepatan, fleksibilitas dalam memutakhirkan regulasinya, namun tetap mampu memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi publik.

Baca Juga: Kasus Kerangkeng Manusia, Panglima TNI : Mungkin Ada Tambahan Tersangka dari Unsur TNI

Selain itu Jokowi juga menekankan pentingnya kebaruan regulasi dilihat berdasarkan banyaknya isu-isu baru dengan risiko hukum baru akibat perkembangan dan disrupsi teknologi.

”Seperti yang telah kita ketahui, inovasi dan perkembangan teknologi telah membuat kompleksitas baru yang luar biasa terutama dalam dunia hukum,” tandasnya.

Apalagi semakin banyak isu-isu baru dengan risiko hukum baru, sebut Jokowi, antara lain media massa tanpa redaksi, perdagangan dan mata uang crypto, rekayasa genetika hingga munculnya berbagai macam moda bisnis baru yang disruptif yang dikenal dengan konsep sharing economy.

Baca Juga: Tekan PMK Hewan Ternak, Pemkab Boyolali Akan Tutup Lima Pasar Hewan

“Pengalaman banyak negara telah membuktikan bahwa regulasi selalu pontang-panting, karena tertinggal dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum akibat kemunculan berbagai inovasi disruptif dan moda bisnis baru dalam sharing economy,” terang Jokowi.

Sedangkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia, Nadiem Anwar Makarim BA MBA menjelaskan, gagasan yang dipaparkan Prof Mukti tentang hukum dan kesejahteraan di era sharing economy membuktikan pentingnya transformasi sistem hukum, sehingga mendorong kemajuan di bidang politik, sosial-budaya, teknologi dan ekonomi.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X