HARIAN MERAPI - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuka jalur khusus untuk menampung siswa terdampak diskualifikasi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur afirmasi tingkat SMA/SMK tahun ajaran 2025.
"Nama jalurnya saya sulit menyampaikan ya, karena ini merupakan insiden khusus," kata Kepala Disdikpora DIY Suhirman dikutip dari ANTARA saat ditemui di kantornya, Kamis (3/7).
Suhirman menjelaskan, persoalan bermula saat Disdikpora menerima data awal dari Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten/kota per 27 Maret 2025.
Data itu digunakan untuk memverifikasi pendaftar jalur afirmasi, yang ditujukan bagi warga tidak mampu atau penyandang disabilitas.
Namun, di tengah proses pendaftaran berjalan, Dinsos mengirimkan data pembaruan. Dalam data terbaru, sebanyak 139 siswa yang sebelumnya tercatat sebagai peserta afirmasi, ternyata tidak lagi memenuhi syarat.
"Data terbaru 139 orang itu ternyata tidak masuk afirmasi. Kalau tetap kami masukkan, ya salah, karena sudah ada data 'update' dari Dinsos," ujar Suhirman.
Baca Juga: Ombudsman DIY Temukan Dugaan Manipulasi Jalur Afirmasi SPMB SMA/SMK
Diskualifikasi tersebut kemudian memicu protes dari para wali murid sehingga Disdikpora DIY pun menggelar dua kali audiensi yang hasilnya meminta siswa melengkapi dokumen pembuktian status afirmasi.
"Dari 139 siswa, 88 sudah melengkapi dokumen persyaratan," jelas Suhirman.
Sementara 51 siswa lainnya tidak dapat memenuhi syarat afirmasi, padahal pada saat yang sama jalur domisili SPMB sudah ditutup.
Baca Juga: Hasto Wardoyo Targetkan Semua Sekolah Negeri di Kota Yogyakarta Jadi Unggulan
Agar mereka tetap bisa diterima di sekolah negeri tanpa mengambil kuota afirmasi, Disdikpora memutuskan membuka jalur khusus sebagai jalan tengah.
Suhirman memastikan bahwa penempatan itu tidak mengurangi kuota afirmasi yang tersedia.
Guna mengisi sisa kuota afirmasi yang kosong akibat diskualifikasi itu, pihaknya akan kembali membuka pendaftaran SPMB jalur afirmasi.