Festival Langen Carita Bantul 2026 Digelar, 6 Kontingen Berebut Tiket ke Tingkat Provinsi

photo author
Yusron Mustaqim, Harian Merapi
- Rabu, 15 April 2026 | 10:00 WIB
  Para peserta saat tampil dalam Festival Langen Carita tingkat Kabupaten Bantul 2026 (Foto: Yusron Mustaqim)
  Para peserta saat tampil dalam Festival Langen Carita tingkat Kabupaten Bantul 2026 (Foto: Yusron Mustaqim)
 
 
 
 
HARIAN MERAPI - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kebudayaan menggelar Festival Langen Carita tingkat kabupaten tahun 2026 di Pendapa Manggala Parasamya Kompleks Pemkab II Manding Bantul, Selasa (14/4/2026). 
 
Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian seni tradisional sekaligus pembinaan karakter generasi muda.
 
Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanatun Yunadiana SSi MSi menyampaikan, Langen Carita merupakan seni pertunjukan yang memadukan tembang, tari dan iringan gamelan yang dimainkan anak-anak usia sekolah dasar (SD).
 
 
“Festival ini bertujuan membentuk karakter generasi penerus, meningkatkan kreativitas serta melestarikan budaya tradisional sebagai identitas daerah,” ujarnya disela-sela acara.
 
Selain itu, festival juga menjadi ajang penjaringan kontingen terbaik yang akan mewakili Bantul dalam Festival Langen Carita tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta pada Mei 2026.
 
Tahun ini, sebanyak enam kontingen ambil bagian. 
 
Berbeda dari sebelumnya, peserta tidak lagi mewakili kapanewon secara individu, melainkan gabungan wilayah eks tuti berdasarkan geografis.
 
Dalam festival ini, panitia menyiapkan berbagai kategori penghargaan, mulai dari penyaji terbaik I, II, III hingga kategori individu seperti sutradara, koreografer, penata iringan, pemeran pria dan wanita terbaik serta penata artistik.
 
 
Pemenang terbaik I akan memperoleh trofi, piagam, dan uang pembinaan sebesar Rp 6 juta serta berhak melaju ke tingkat provinsi.
 
Festival Langen Carita diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai budaya adiluhung dan semangat kesatria kepada generasi muda Bantul.
 
Sementara Kasi Seni Bidang Adat Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Bantul, Bagus Susilo Raharjo SE menjelaskan, setiap kontingen terdiri dari 25 pelaku seni anak-anak, didampingi maksimal tiga orang dewasa sebagai pengrawit.
 
“Peserta merupakan anak-anak SD yang dibuktikan dengan KIA. Mereka telah melalui proses seleksi dan audisi oleh tim kreatif masing-masing,” pungkasnya.*
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X