SDIT Hidayatullah Yogyakarta punya kelas khusus inklusi, mau tahu seperti apa? Simak, yuk

photo author
Koko Triarko, Harian Merapi
- Kamis, 19 Juni 2025 | 17:15 WIB
Acara tasyakuran dan pelepasan siswa kelas VI SDIT Hidayatullah Yogyakarta di Sleman, Selasa (17/6/2025) (Foto: Koko Triarko)
Acara tasyakuran dan pelepasan siswa kelas VI SDIT Hidayatullah Yogyakarta di Sleman, Selasa (17/6/2025) (Foto: Koko Triarko)

HARIAN MERAPI - Saat ini tidak banyak sekolah dasar umum atau reguler seperti SDIT Hidayatullah, yang menyediakan kelas khusus inklusi bagi siswa anak berkebutuhan khusus atau ABK.

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Hidayatullah Yogyakarta di Ngaglik, Sleman, ini secara khusus menyediakan kelas inklusi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) yang diberi nama Kelas Amanah.

Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta Untung Purnomo SPd, mengatakan kelas inklusi di sekolahnya diberi nama Kelas Amanah.

"Diberi nama demikian, karena ABK adalah amanah dari Allah SWT untuk dididik dengan baik," kata Untung Purnomo, saat ditemui di sela acara tasyakuran dan pelepasan 127 siswa kelas VI SDIT Hidayatullah Yogyakarta, Selasa (27/6/2025) lalu.

Baca Juga: SD dan SMP di Temanggung bebas pungutan, Bupati: Laporkan jika ada

Dia mengungkapkan, jika saat ini ada delapan siswa anak berkebutuhan khusus di Kelas Amanah. Satu orang atas nama Mikail Abizar berhasil lulus dan menyelesaikan sekolahnya.

Untung Purnomo menjelaskan, daya tampung atau kuota kelas inklusi di sekolah yang dipimpinnya memang masih terbatas.

Hal tersebut, menurutnya karena siswa berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian dan penanganan ekstra, demikian pula dengan jumlah guru yang tidak cukup hanya satu orang.

"Karena itu, untuk kelas inklusi ini kami bisa menerima siswa baru kalau sudah ada siswa yang sudah lulus," katanya.

Baca Juga: Sebanyak 7,39 juta peserta PBI JKN dinonaktifkan, Mensos: Tidak tercatat di DTSEN dan dianggap sejahtera

Kendati kuota kelas yang terbatas, tentu saja keberadaan kelas inklusi sangat menolong bagi orang tua anak berkebutuhan khusus.

Awaluddin, orang tua dari siswa inklusi Mikail Abizar mengakui hal tersebut. Menurutnya, sejak awal sang anak yang mengalami autis atau hiperaktif itu masuk di Kelas Amanah.

"Tapi, setelah kelas IV anak saya sudah bisa dipindahkan ke kelas reguler atau kelas siswa pada umumnya," kata Awaluddin.

Dia menjelaskan, bahwa setiap murid inklusi di Kelas Amanah memang akan dipindahkan ke kelas reguler saat dipandang sudah mampu.

Baca Juga: Terbukti suap hakim senilai miliaran untuk vonis bebas Ronald Tannur, sang ibunda pun divonis 3 tahun penjara

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X