Pemkab Pati menyerahkan santunan kematian bagi 258 ahli waris keluarga prasejahtera tahap IV

- Kamis, 8 Desember 2022 | 14:20 WIB
Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro menyerahkan santunan kematian warga KPM.  (Alwi Alaydrus)
Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro menyerahkan santunan kematian warga KPM. (Alwi Alaydrus)

HARIAN MERAPI - Sebanyak 258 ahli waris orang yang meninggal dunia dari 16 kecamatan, menerima santunan kematian sebesar Rp258 juta. Santunan tersebut merupakan tahap IV/2022.

"Ini merupakan amanat Peraturan Bupati Pati Nomor 70 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Bantuan Santunan Kematian Bagi Keluarga Prasejahtera di Pati," ujar Pj Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro ST MT, Kamis (7/12/2022).

"Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang telah mengajukan proposal melalui aplikasi Pati Santun dan dinyatakan lolos verifikasi, akan menerima santunan kematian sebesar Rp 1 juta secara non tunai melalui virtual account ahli waris secara utuh tanpa ada potongan biaya apapun," tambahnya.

Baca Juga: Ribut soal KUHP, anggota DPD RI: Banyak pasal kok cuma kumpul kebo yang diperhatikan

"Mungkin nilai bantuan tidak seberapa, namun santunan KPM dapat bermanfaat dan digunakan dengan sebaik mungkin," ujar Pj bupati Pati.

Sementara itu, Kepala Dinsos P3AKB Pati, Indriyanto mengatakan, penyaluran santunan kematian bagi keluarga prasejahtera, akan dilaksanakan secara simbolis kepada 50 penerima.

Di antaranya untuk ahli waris dari wilayah Kecamatan Pati Kota, Gabus, Margorejo, Wedarijaksa dan Tlogowungu.

Baca Juga: Tips agar lansia tetap produktif dan sehat, lakukan 23 dikit berikut ini, awas nomor 14

Diakuinya, santunan kematian bagi keluarga prasejahtera dicairkan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Karena, berdasar Perbup Nomor 80 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberian Bantuan Sosial yang Bersumber dari APBD, apabila sampai batas waktu yang ditentukan yakni 30 hari sejak diterimanya surat pengantar santunan belum juga dicairkan, maka ahli waris dianggap tidak bersedia menerima bantuan.

"Sehingga dana dikembalikan ke kas daerah", tegasnya. *

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X