Dugaan kasus penculikan di Pati, korban dan pengurus LBH Joeang mengaku dapat teror

- Senin, 5 Desember 2022 | 16:15 WIB
Sukasih dan anaknya balita, yang menjadi korban penculikan mengaku mendapat teror.  (Alwi Alaydrus)
Sukasih dan anaknya balita, yang menjadi korban penculikan mengaku mendapat teror. (Alwi Alaydrus)

HARIAN MERAPI - Derita sepasang pasutri dan anak balita, seakan terus bertambah. Penduduk Dukuh Randu Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati Kota tersebut, selain diduga menjadi korban penculikan, juga mendapat teror mental.

Teror mental juga dialami pimpinan LBH Joeang, Fatkurorman SH MH.

"Korban Sukasih, sering mendapat telepon yang berisi intimidasi. Bahkan pernah dijemput orang tidak dikenal. Mereka meminta kami, agar kasus diselesaikan secara damai," kata Direktur LBH Joeang, Fatkurochman, Senin (5/12/2022).

Baca Juga: Kirab Pancasila di Malioboro Jogja diikuti 45 Ikon Prestasi Pancasila

Sebagaimana diberitakan, satu keluarga penduduk Dukuh Randu Desa Sukoharjo, yakni Sukasih dengan suami dan seorang anaknya yang berumur balita, berhasil diselamatkan LBH Joeang dari penyekapan.

Menurut Fatkurochman, kejadian penculikan dan penyekapan, berawal saat S dan keluarga melintas di Kayen, Selasa (29/11/2022).

Mereka dicegat lalu dibawa tiga orang. Yaitu MM dan A penduduk Tlogowungu, serta S warga kecamatan Margoyoso.

Kasus tersebut dikabarkan akibat utang-piutang yang tak kunjung selesai.

Baca Juga: Dugaan kasus penculikan dan penyekapan di Pati, korban akan diperiksakan ke psikolog

Ditambahkannya, berawal korban Sukasih punya pinjaman utang ke salah satu pelaku, sebesar Rp45 juta. Namun jumlah utang bertambah menjadi Rp75 juta dan hingga Rp 100 juta.

"Karena korban tidak bisa membayar utang, maka korban diculik dan disekap sampai dua kali. Korban belum bisa bayar utang karena usahanya sedang macet," kata Fatkurochman.

Menurutnya, korban Sukasih sering berpindah kontrakan rumah untuk menghindari kejaran para penagih.

Hal tersebut dilakukan karena beban bunga pinjaman yang cukup tinggi. Terakhit, Sukasih sampai kontrak di daerah Kuniran Kecamatan Batangan.

Baca Juga: DPRD Salatiga angkat bicara soal Set Top Box TV Digital yang mulai langka

Korban Sukasih membenarkan, dirinya sudah diperiksa petugas Polsek Batangan. Bahkan sampai diminta membuat rekaman video hp sebagai testimoni pernah diperiksa.

"Kami berharap agar kasusnya bisa segera disidangkan," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Batangan, Iptu Heru menyatakan, sedang menangani pelaporan dari korban penculikab. "Ini masih ditangani penyidik," ujarnya. *

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X