Kasus di Kelompok Tani Hutan Tani Makmur Maitan Pati libatkan dua kepala desa

- Rabu, 7 Desember 2022 | 15:55 WIB
Wakil ketua Warno menunjukkan berkas manajemen organisasi KTH Tani Makmur Maitan.  (Alwi Alaydrus)
Wakil ketua Warno menunjukkan berkas manajemen organisasi KTH Tani Makmur Maitan. (Alwi Alaydrus)

HARIAN MERAPI - Dua kepala desa di Pati nyaris bersengketa soal pengelolaan keuangan Kelompok Tani Hutan (KTH) Tani Makmur desa Maitan kecamatan Tambakromo.

Kades Maitan, Padmo menegaskan akan ganti melapor secara hukum terhadap pihak yang menuduhnya telah menggunakan uang kas KTH Tani Makmur.

"Saya akan menuntut balik terhadap pihak yang membuat fitnah. Karena pengelolaan keuangan, sepenuhnya dilakukan pengurus KTH Tani Makmur" tegasnya.

Baca Juga: Tetapkan tersangka, Polrestabes Semarang digugat praperadilan

Padmo mengaku kaget dirinya dilaporkan terlibat penggunaan dana KTH. "Saya selaku kades hanya memfasilitasi dan mengizinkan warganya untuk rapat masalah KTH di balai desa," katanya.

"Satu sen-pun tidak ada uang KTH Tani Makmur yang saya gunakan. Justru saya malah diminta setor uang Rp500 juta oleh Saman. Ini ada bukti WA-nya. Permintaan tersebut lalu saya kabarkan ke pengurus KTH," tambahnya.

Sedang Kades Sukobubuk Kecamatan Margorejo, Saman menolak jika dirinya dianggap terlibat penggunaan dana KTH Tani Makmur Maitan.

"Gema PS yang saya pimpin, tidak ada kaittannya dengan KTH Tani Makmur Maitan," ujarnya, Rabu (7/12/2022).

Baca Juga: Bupati Bantul tinjau lokasi dampak bencana puting beliung, akan berikan bantuan

"Saya pernah terima Rp20 juta dari KTH Tani Makmur desa Maitan. Tapi itu untuk beaya operasional sosialisasi. Selanjutnya hubungan Gema PS dengan KTH Maitan saya hentikan, karena mereka tidak patuh aturan," ucapnya lagi.

Sementara itu, Ketua KTH Tani Makmur Maitan, Supriyanto membenarkan jika organisasinya bermitra dengan Gema PS, pimpinan Saman.

Mulai sosialisasi Perhutanan Sosial (PS), pemetaan lahan, hingga perlunya iuran dari anggota KTH sebesar Rp200 per meter dari areal tanah borgan.

"Pengelolaan keuangan, sepenuhnya ditangani pengurus setelah mendapat persetujuan anggota. Di antaranya mengirim dana pemetaan Rp20 juta ke Saman, tanggal 24 Juni. Dan membayar simpanan pokok koperasi KMPS sebesar Rp19.700.000," kata Supriyanto yang didampingi wakil ketua KTH Tani Makmur, Warno.

Baca Juga: Bom bunuh diri meledak di Polsek Astanaanyar Bandung, Ridwan Kamil minta warga tetap tenang

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X