• Minggu, 27 November 2022

Menang gugatan, mantan Direktur Pemasaran Bank BPD ajukan permohonan blokir

- Rabu, 28 September 2022 | 19:30 WIB
Kuasa Hukum Ny Sulca (kanan) bersama panitera PN Yogya dan pejabat Perwakilan Bank Indonesia DIY  (Foto : Istimewa)
Kuasa Hukum Ny Sulca (kanan) bersama panitera PN Yogya dan pejabat Perwakilan Bank Indonesia DIY (Foto : Istimewa)

 

HARIAN MERAPI - Meski telah memenangkan gugatan, mantan Direktur Pemasaran Bank BPD DIY periode 2003 -2007, Sulca Prihasti belum memeroleh haknya berupa uang pengabdian dan penghargaan.

Totalnya mencapai Rp 1.666.195.994 dari tergugat I Bank BPD DIY dan Tergugat II Gubernur DIY. Sebagai langkahnya, Ny Sulca melakukan upaya berupa permohonan pemblokiran rekening operasional Tergugat I.

Didampingi tim kuasa hukumnya Zulfikri Sofyan SH, Ivan Bert SH, Tidar Setiawan SH dan Adib Listyoadi Nugroho SH, permohonan ini sudah diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta. Dan sudah dukabulkan.

Baca Juga: TNI AL janji beri tank marinir & pesawat Nomad di TWSS, ini ungkapan Danlanal Semarang saat di Salatiga

"Prinsipnya sudah dikabulkan, cuma tertunda karena ada perbaikan administrasi," kata Zulfikri, di Kantor Legist Law Firm Yogyakarta, Rabu (28/9/2022).

Sebelumnya, ia dan panitera PN Yoga mendatangi Bank Indonesia DIY untuk melaksanakan eksekusi rekening giro. Dasarnya surat dari Ketua PN Yogya bernomor W13-U1/ 3815/HK.02/IX/2022 tanggal 12 September 2022.

"Eksekusi ditunda karena ada sedikit kesalahan administrasi. Dan kemudian dilakukan perbaikan untuk memeroleh penetapan diajukan lagi ke BI," katanya.

Zulfikri menegaskan, pengajuan pemblokiran rekening dilakukan karena tergugat belum membayarkan uang sejumlah Rp 1.666.195.994. Nominal itu merupakan hak dari penggugat sesuai putusan hakim di Pengadilan.

Baca Juga: Kenduri Jeep di Wanarahayu Moyudan, bangkitkan pariwisata di Sleman Barat

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X