• Sabtu, 10 Desember 2022

Sidang gugatan pencabutan kuasa Bharada E ditunda pekan depan, ini alasan hakim

- Kamis, 8 September 2022 | 07:45 WIB
Deolipa Yumara, mantan penasihat hukum Bharada E, tersangka penembakan Brigadir J, menunggu antrean pendaftaran gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15-8-2022).  (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Deolipa Yumara, mantan penasihat hukum Bharada E, tersangka penembakan Brigadir J, menunggu antrean pendaftaran gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (15-8-2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty)



HARIAN MERAPI - Sidang gugatan pencabutan surat kuasa Bharada Richard Eliezer (Bharada E) yang sedianya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Rabu (7/9), ditunda 1 minggu ke depan.


Penundaan tersebut untuk memberi kesempatan kepada penggugat untuk memperbaiki alamat tergugat dua dan melengkapi legal standing dari kuasa penggugat..

Penundaan sidang tersebut dibacakan Hakim Ketua Siti Hamidah pada sidang perdana yang berlangsung pada hari Rabu.

Baca Juga: Bener Expo 2022 tampilkan stand produk makanan ringan, kerajinan tangan hingga Bendungan Bener

"Memberikan kesempatan kepada pihak penggugat agar memperbaiki alamat tergugat dua dan melengkapi legal standing dari kuasa penggugat," kata Siti.

Pihak tergugat dalam perkara ini adalah Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Tergugat I), Ronny Berty Talpessy, pengacara baru Bharada E (Tergugat II), kemudian Kapolri casu quo (c.q.) atau dalam hal ini Kabareskrim Polri (Tergugat III).

Selaku penggugat adalah pengacara merah putih Deolia Yumara dan Muh. Burhanuddin.

Baca Juga: Upah jasa pekerjaan akan diminta lagi, petugas PTSL gugat 14 pokmas di Margorejo Tempel Sleman

Koordinator tim kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy, mengatakan bahwa pihaknya fokus memberikan pendampingan kepada Bharada E dalam menuntaskan kasusnya.

Namun, pihaknya siap menghadiri persidangan dengan memberikan kuasa kepada pengacara.

"Nanti kuasakan ke lawyer (pengacara)," kata Ronny.

Deolipa Yumara selaku penggugat, dalam gugatan yang dimohonkan (petitum), meminta majelis hakim untuk menyatakan surat pencabutan kuasa tertanggal 10 Agustus 2022 atas nama Richard Eliezer Pudihang Lumiu selaku Tergugat I batal demi hukum.

Baca Juga: Angin ribut hantam Temanggung, ini dampaknya

Penggugat juga meminta majelis hakim menyatakan perbuatan pencabutan kuasa oleh Tergugat I dan Tergugat III dalam membuat surat pencabutan kuasa dilakukan dengan iktikad jahat dan melawan hukum.

Untuk itu, dia meminta majelis hakim membatalkan setiap bentuk surat kuasa kepada penasihat hukum/advokat terkait sebagai penasihat hukum Richard Eliezer Pudihang Lumiu dalam perkara kematian Brigadir Yosua dan dinyatakan tidak sah.

Penggugat juga meminta hakim menyatakan bahwa penggugat adalah penasihat hukum Bharada E yang sah dan mempunyai hak untuk melakukan pembelaan sampai persidangan.

Baca Juga: Sebanyak 2.497 mahasiswa baru UMBY ikuti pengenalan kehidupan kampus secara luring selama tiga hari

Penggugat juga meminta majelis hakim menghukum para tergugat secara tanggung renteng untuk membayar biaya fee (upah) pengacara sebesar Rp15 miliar.*

 

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X