• Sabtu, 20 Agustus 2022

Rawan kekurangan air, Pemkab Sukoharjo siapkan langkah begini....

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 12:26 WIB
Salah satu Pamsimas yang disediakan Pemkab Sukoharjo untuk fasilitas air bersih masyarakat.  (Wahyu Imam Ibadi)
Salah satu Pamsimas yang disediakan Pemkab Sukoharjo untuk fasilitas air bersih masyarakat. (Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO, harianmerapi.com - Pemkab Sukoharjo mewaspadai dampak perubahan cuaca ekstrem dari sebelumnya hujan masuk ke musim kemarau membuat warga kekurangan air bersih.

Kebutuhan air bersih nantinya akan dibantu pemerintah apabila memang ditemukan kasus kekeringan. Pemenuhan juga dilakukan pada kebutuhan air disektor pertanian dan peternakan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Widodo, Sabtu (6/8/2022) mengatakan, perubahan cuaca ekstrem tetap diwaspadai baik musim hujan maupun peralihan ke kemarau yang berdampak pada masyarakat.

Baca Juga: Hasil pemeriksaan laboratorium negatif, Kemenkes : belum ada kasus cacar monyet di Indonesia

Pemkab Sukoharjo sudah meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membantu memantau kondisi khususnya di wilayah selatan meliputi Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu yang rawan kekeringan saat musim kemarau.

Dampak kemarau yang diwaspadai seperti berkurangnya debit air bersih sumur warga. Hal ini membuat kebutuhan air bersih warga untuk dikonsumsi mengalami kekurangan.

Kemarau juga berdampak pada kekurangan kebutuhan air untuk peternakan dan pertanian. Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan berupa penanganan sesuai kebutuhan masing-masing warga seperti air bersih untuk dikonsumsi dan juga sektor peternakan dan pertanian.

"Kondisi wilayah terus dipantau melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu camat, lurah dan kepala desa. Dampak kemarau harus diwaspadai pada kekurangan air bersih warga. Kebutuhan nanti akan dibantu dengan melibatkan PDAM sebagai penyuplai bantuan air bersih Pemkab Sukoharjo," ujarnya.

Baca Juga: HP meledak saat dicas, bocah SD di Ciamis meninggal dengan luka bakar di bagian dada

Widodo menjelaskan, apabila nantinya ada warga kekurangan air bersih terdampak musim kemarau maka pihak mengajukan bantuan melalui desa ke kecamatan dan ditujukan ke Pemkab Sukoharjo. Surat pengajuan nanti akan ditindaklanjuti demi memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X