• Senin, 29 November 2021

Antisipasi Dampak Kekeringan, Petani Sukoharjo Dapat Bantuan Pinjaman Mesin Pompa Air

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 13:24 WIB
Petani di wilayah Kecamatan Weru saat panen raya padi. (Wahyu Imam Ibadi)
Petani di wilayah Kecamatan Weru saat panen raya padi. (Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO, harianmerapi.com - Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memfasilitasi kebutuhan petani dengan memberi pinjaman mesin pompa air selama penutupan pintu air Dam Colo Nguter satu bulan kedepan.

Bantuan peminjaman alat diberikan karena petani harus memenuhi kebutuhan air dari sumur dalam dan aliran sungai mengingat saluran irigasi terhenti sementara untuk perawatan rutin tahunan. Diharapkan peminjaman mesin pompa air membuat petani mampu memenuhi kebutuhan air untuk tanaman padi hingga panen maksimal.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno, Minggu (17/10/2021) mengatakan, pintu air Dam Colo Nguter resmi ditutup sementara untuk perawatan rutin tahunan selama satu bulan terhitung 11 Oktober lalu.

Baca Juga: Peringati Hari Pangan Dunia, Pemkot Pekalongan Bagikan 300 Bibit Cabai Gratis

Dampaknya membuat air tidak lagi mengalir melalui saluran irigasi ke area persawahan. Kondisi tersebut membuat petani kekurangan air untuk tanaman padi mereka.

Pintu air Dam Colo Nguter sebelum ditutup terlebih dahulu sudah dilakukan sosialiasi oleh Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo kepada petani.

Sosialisasi serupa juga dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) selaku pengelola Dam Colo Nguter. Petani atas kondisi tersebut sudah mengetahui dan harus mencari sumber air alternatif untuk mengairi sawah.

Baca Juga: Raden Mas Sandeyo Kiai Mlangi 1: Pangeran Puger Menyingkir ke Jenar Mengangkat Diri Jadi Raja

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo atas masalah yang dihadapi petani langsung turun memberikan bantuan berupa peminjaman mesin pompa air. Alat tersebut dipinjamkan melalui kelompok tani dan bisa digunakan petani. Proses peminjaman dilakukan melalui masing-masing penyuluh pertanian di wilayah kelompok tani.

"Kelompok tani atau petani sudah memiliki sumur dalam dan airnya bisa diambil menggunakan mesin pompa air yang dipinjami Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo. Petani juga bisa menggunakan air dari aliran sungai untuk mengairi sawah," ujarnya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bazar Produk Tani, Petani Bangkit di Masa Pandemi

Rabu, 24 November 2021 | 18:20 WIB

Polsek Grogol Tangkap Perempuan Pelaku Curanmor

Selasa, 23 November 2021 | 20:00 WIB

Polres Sukoharjo Tangkap Lima Pengedar Sabu

Sabtu, 6 November 2021 | 15:24 WIB
X