• Rabu, 5 Oktober 2022

PMK terus menular, semua pasar hewan di Sukoharjo masih ditutup

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 11:30 WIB
Polres Sukoharjo melakukan penyemprotan disinfektan sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah PMK.  (Dokumen Polres Sukoharjo)
Polres Sukoharjo melakukan penyemprotan disinfektan sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah PMK. (Dokumen Polres Sukoharjo)



HARIAN MERAPI - Semua pasar hewan di Kabupaten Sukoharjo masih tutup sampai sekarang. Penutupan sudah berjalan sekitar dua bulan dan belum diketahui pasti kapan akan dibuka.

Kebijakan penutupan pasar hewan dilakukan setelah penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak belum berhenti. Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo terakhir menemukan 11 kasus baru sapi tertular PMK per 1 Agustus 2022.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Arif Rahmanto, Rabu (3/8/2022) mengatakan, sesuai kebijakan Pemkab Sukoharjo yang dijalankan Dinas Pertanian dan Perikanan dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo bahwa di tengah penyebaran wabah PMK pada hewan ternak membuat semua pasar hewan wajib ditutup semua. Penutupan sudah berjalan sekitar dua bulan lalu sampai sekarang.

Baca Juga: Tri Fajar Firmansyah meninggal, JPW: usut tuntas, beri keadilan kepada korban dan keluarganya

Penutupan pasar hewan dilakukan secara resmi dengan meminta pada pihak pengelola menutup semua akses pintu keluar masuk. Sosialisasi dan edukasi juga telah diberikan petugas kepada para pedagang hewan ternak untuk tidak memaksakan diri berjualan di pasar hewan.

Pedagang juga diminta tidak mendatangkan hewan ternak dari luar daerah untuk mencegah penyebaran wabah PMK. Selama penutupan pasar hewan pihak pengelola pasar tetap melakukan perawatan rutin salah satunya dengan penyemprotan disinfektan. Langkah tersebut diambil untuk meminimalisir penyebaran wabah PMK.

"Semua pasar hewan sampai sekarang masih tutup. Belum diketahui kapan akan dibuka karena sesuai kebijakan Pemkab Sukoharjo harus ditutup ditengah wabah PMK," ujarnya.

Baca Juga: Tri Fajar Firmansyah meninggal, JPW: usut tuntas, jangan ada intervensi proses hukum

Selama penutupan pasar hewan petugas juga melakukan pemantauan. Sasarannya baik di pasar hewan maupun usaha perdagangan hewan ternak milik pedagang. Untuk pasar hewan diketahui pedagang relatif tertib dengan tidak memaksakan diri berdagang di pasar hewan. Pedagang memilih berjualan dengan cara lain yakni menjual hewan ternak di rumah atau di lokasi peternakan.

"Meski pasar hewan ditutup tapi pedagang dan peternak masih tetap menjalankan usahanya. Kami masih memantau dan tetap memberikan sosialisasi dan edukasi," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X