• Kamis, 18 Agustus 2022

KPK Tetapkan Walikota Nonaktif Ambon Richard Louhenapessy Tersangka Pencucian Uang, Ini Kasusnya

- Senin, 4 Juli 2022 | 11:19 WIB
Tersangka Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/5/2022).  (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)
Tersangka Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/5/2022). (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)


JAKARTA, harianmerapi.com - Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy (RL) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.


Ia diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU), selain sebelumnya diduga melakukan korupsi.


Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Juru Bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Baca Juga: Hadapi Pemilu 2024, KPU DIY Dorong Parpol Siapkan Caleg Lebih Awal, Ini Alasannya

"Selama proses penyidikan dugaan perkara awal tersangka RL, tim penyidik KPK kemudian mendapati adanya dugaan tindak pidana lain yang diduga dilakukan saat yang bersangkutan masih aktif menjabat Wali Kota Ambon berupa TPPU," katanya.

Penetapan tersebut merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap persetujuan izin prinsip pembangunan cabang ritel tahun 2020 di Kota Ambon, Maluku, yang sebelumnya juga menjerat Richard sebagai tersangka.

KPK menduga Richard dengan sengaja menyembunyikan maupun menyamarkan asal usul kepemilikan harta benda dengan menggunakan identitas pihak-pihak tertentu.

Baca Juga: China Kembali Laporkan 460 Kasus Baru Covid-19, Menurun Dibanding Sebelumnya

Saat ini, kata Ali, pengumpulan alat bukti terus dilakukan dengan menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi dalam penyidikan kasus pencucian uang Richard tersebut.

"Perkembangan penanganan dari perkara ini akan kami selalu kami sampaikan pada masyarakat,"tambahnya.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X