• Sabtu, 13 Agustus 2022

Percepat Penanganan Stunting DPPKBP3A Sukoharjo Prioritaskan di 20 Desa dan Kelurahan

- Kamis, 30 Juni 2022 | 11:45 WIB
Denty Eka Widi Pratiwi menyerahkan makanan olahan pangan bergizi pada keluarga guna mencegah stunting.. ( Foto : Arif Zaini Arrosyid   )
Denty Eka Widi Pratiwi menyerahkan makanan olahan pangan bergizi pada keluarga guna mencegah stunting.. ( Foto : Arif Zaini Arrosyid )



SUKOHARJO, harianmerapi.com - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sukoharjo prioritaskan penanganan stunting di 20 desa dan kelurahan di Kabupaten Sukoharjo.

Petugas gabungan ikut dilibatkan dan mendapat dukungan penuh dari Pemkab Sukoharjo.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sukoharjo, Proboningsih Dwidanarti, Kamis (30/6/2022) mengatakan, kasus stunting masih ditemukan di Kabupaten Sukoharjo.

Pemkab Sukoharjo sudah mengerahkan petugas gabungan dan salah satunya DPPKBP3A Sukoharjo untuk melakukan penanganan.

Baca Juga: DPR Segera Ambil Keputusan Soal RUU KIA Demi Masa Depan Anak

"DPPKBP3A Sukoharjo sudah gerak cepat dan Ibu Bupati Sukoharjo Etik Suryani bahkan memberikan dukungan penuh dengan menggerakan petugas gabungan ikut terlibat mempercepat penanganan stunting," ujarnya.

Petugas yang dilibatkan seperti dari DPPKBP3A, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, PKK, bidan, perawat, dokter, camat, lurah, kepala desa, dan lainnya. Petugas tersebut saling berkoordinasi terkait data kasus stunting di masing-masing wilayah dan penanganannya.

Keseriusan Pemkab Sukoharjo terkait penanganan kasus stunting sudah dilakukan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional beberapa waktu lalu dengan serbuan ke wilayah Kecamatan Polokarto. Hal itu dilakukan mengingat kasus stunting terbanyak di Kabupaten Sukoharjo berada di wilayah Kecamatan Polokarto.

Baca Juga: Nikmati Aneka Olahan Daging Buah Durian dan Masakan Lezat Sembari Ramah Tamah

DPPKBP3A Sukoharjo mencatat ada sebanyak 594 kasus stunting ditemukan di 20 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Kasus stunting paling banyak berada di wilayah Kecamatan Polokarto mencapai 10 desa. Pemkab Sukoharjo sudah bergerak cepat melakukan penanganan untuk menekan angka kasus stunting.

Berdasarkan data DPPKBP3A Sukoharjo diketahui kasus stunting paling banyak berada di Desa Mancasan Kecamatan Baki sebanyak 71 kasus, Kelurahan Bulakrejo Kecamatan Sukoharjo 60 kasus, Desa Mranggen Kecamatan Polokarto 54 kasus, Desa Langenharjo Kecamatan Grogol 37 kasus, Desa Mertan Kecamatan Bendosari 36 kasus, Kelurahan Sonorejo Kecamatan Sukoharjo 36 kasus, Desa Cabeyan Kecamatan Bendosari 30 kasus.

Kasus stunting juga ditemukan di Desa Ngrombo Kecamatan Baki dan Desa Wirogunan Kecamatan Kartasura masing-masing 29 kasus, Desa Wonorejo Kecamatan Polokarto 28 kasus. Data kasus stunting tersebut terakhir diperbaharui pada tahun 2020 lalu.

Baca Juga: Cegah Stunting dengan Makanan Olahan Bergizi, Tak Harus Mahal

DPPKBP3A Sukoharjo bersama pemerintah desa dan kelurahan serta pihak terkait lainnya sudah melakukan penanganan kasus stunting. Namun demikian dibutuhkan upaya lebih keras lagi untuk menekan bahkan menghilangkan kasus stunting di Kabupaten Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, saat ini di wilayah Kabupaten Sukoharjo masih ada balita yang mengalami stunting, kondisi ini disebabkan karena kurang gizi yang cukup lama dan infeksi berulang.

Untuk itu diperlukan peran yang aktif antara pemerintah daerah melalui dinas terkait dengan masyarakat dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Sukoharjo.

Baca Juga: Dompet Digital Pembayaran MyPertamina Baru Terhubung LinkAja, Kapan Tambah GoPay, OVO, Dana dan Lainnya?

"Saya berharap kepada para petugas KB di Kabupaten Sukoharjo baik ditingkat kabupaten maupun di lapangan seperti PLKB, PPKBD dan sub PPKBD untuk lebih bersemangat dan senantiasa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait serta fokus dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo," ujarnya.*

 

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X