• Selasa, 9 Agustus 2022

Seluruh OPD Diminta Bersinergi Turunkan Angka Stunting

- Kamis, 9 Juni 2022 | 17:35 WIB
Acara Rembug stunting di Aula Adikarta Kompleks Pemkab Kulon Progo. ( Foto: Amin Kuntari)
Acara Rembug stunting di Aula Adikarta Kompleks Pemkab Kulon Progo. ( Foto: Amin Kuntari)

KULON PROGO, harianmerapi.com - Pemkab Kulon Progo hingga kini masih terus berupaya melakukan percepatan, pencegahan dan penanggulangan stunting. Karenanya, seluruh OPD yang ada diminta bersinergi dalam upaya penurunan angka stunting.

PJ Bupati Kulon Progo, Tri Saktiyana mengatakan, Kulon Progo masih menghadapi berbagai masalah yang mendesak seperti stunting. Diharapkan, permasalahan tersebut dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.

"Stunting memang menjadi masalah gizi yang dampaknya sangat besar dan intervensinya memerlukan peran semua pihak serta dukungan seluruh OPD," kata Tri Saktiyana dalam acara Workshop Rembug Stunting di Aula Adikarta, kompleks Pemkab Kulon Progo, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga: PSS Sleman Punya Modal Bagus Hadapi Persis Solo di Laga Pembuka Turnamen Pramusim Piala Presiden 2022

Tri Saktiyana kemudian meminta seluruh OPD baik Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil, Dinas PMD Dalduk dan KB, Dinas Pertanian, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Dinas PU dan Dinas Sosial untuk bersinergi dalam mengatasi stunting.

Terlebih, percepatan penurunan stunting merupakan prioritas nasional yang dilaksanakan secara multi sektor baik melalui intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitif.

Asisten Pemerintahan dan Kesra, Setda Kulon Progo, Jazil Ambar Was'an yang juga merupakan Ketua Tim Penanganan Stunting Kulon Progo menjelaskan, Workshop Rembug Stunting merupakan salah satu upaya menurunkan angka stunting di Kulon Progo.

Baca Juga: PSIM Jogja Pertahankan Kapten Laskar Mataram Musim Lalu, Jodi Kustiawan, Ini Alasan Manajemen

Gambaran stunting pada balita di Kulon Progo dari hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) pada 2018 ada 14,31 persen kemudian 2019 sejumlah 12,57 persen atau 3.157 balita. Sedangkan pada 2020, angka stunting di Kulon Progo berhasil turun menjadi 11,80 persen atau 2.535 balita).

Jazil Ambar menguraikan, upaya penurunan angka stunting dilakukan melalui dua intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Enam pejabat Kulon Progo berebut kursi Sekda

Rabu, 3 Agustus 2022 | 19:30 WIB
X