• Rabu, 17 Agustus 2022

Penyakit Mulut Kuku atau PMK Tidak Tulari Manusia, Dinas Ketahanan Pangan Purworejo Minta Warga Tetap Tenang

- Selasa, 21 Juni 2022 | 22:26 WIB
Sapi sehat bebas Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK milik pedagang ternak kurban di Desa Winongkidul, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo.  (Foto: Jarot Sarwosambodo)
Sapi sehat bebas Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK milik pedagang ternak kurban di Desa Winongkidul, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo. (Foto: Jarot Sarwosambodo)

 

PURWOREJO, harianmerapi.com -  Wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK yang merebak di Indonesia sejak 2 bulan terakhir, membuat publik resah.

Sebab, merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku itu masih saja meluas hingga menjelang perayaan Idul Adha 1443 H.

Masyarakat perlu mengetahui bahwa Penyakit Mulut dan Kuku yang menginfeksi sapi, kambing, atau kerbau itu tidak tulari manusia.

Baca Juga: PSS Sleman Tabuh Genderang 'Perang' Hadapi PSIS Semarang di Piala Presiden 2022

Menurut Kabid Keswan dan Kesmavet, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Purworejo drh Widartik, Penyakit Mulut dan Kuku tidak zoonosis atau menular kepada manusia.

PMK tidak akan menular ke manusia, jadi kami minta masyarakat untuk tidak panik, apalagi sampai tidak jadi kurban karena takut, padahal sudah diniatkan, harus tetap tenang,” tuturnya kepada Harian Merapi, Selasa 21 Juni 2022.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), katanya, tetap membolehkan ternak sakit dengan skala gejala ringan, bisa dipotong.

“Jika ternak gejalanya berat, disembuhkan dulu, kemudian baru bisa dipotong,” ujarnya.

Gejala ringan tersebut antara lain bentuk tubuh hewan kurban masih gemuk, tidak pincang, kukunya tidak lepas, dan sedikit keluar liur.

Halaman:

Editor: Jarot Sarwosambodo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X