• Jumat, 12 Agustus 2022

Harga Tiket Naik Candi Borobudur Melejit. Pakar Opini Publik UMY: Kebijakan Terlalu Ekstrem

- Selasa, 7 Juni 2022 | 05:30 WIB
Pakar bidang opini publik dan partai politik dari UMY, Prof Dr Tulus Warsito MSi. ( Foto: Dok BHP UMY)
Pakar bidang opini publik dan partai politik dari UMY, Prof Dr Tulus Warsito MSi. ( Foto: Dok BHP UMY)

BANTUL,harianmerapi.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Minggu (5/6/2022) lalu, mengumumkan tarif baru tiket naik Candi Borobudur sebesar Rp 750.000 per orang.

Hal tersebut membuat geger masyarakat karena naiknya sangat drastis, walaupun alasan naiknya tiket untuk memelihara cagar budaya warisan dunia dan tarif tersebut untuk pengunjung yang ingin naik di kawasan Candi Borobudur.

Menanggapi fenomena tersebut, pakar bidang opini publik dan partai politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof Dr Tulus Warsito MSi mengungkapkan, kabar wacana kenaikan tarif tiket naik Candi Borobudur bisa memicu geger masyarakat sebab telah mengabaikan psikologi politik masyarakat.

Baca Juga: Tips Merawat Gigi Palsu, Begini Caranya...

”Naiknya harga tiket yang fantastis dan bisa membuat geger masyarakat ini kaitannya dengan etika politis kebijakan. Memang menjadi sangat problematis, karena tiba-tiba bisa naik drastis sampai Rp 750.000 per orang,” jelas Prof Tulus, Senin (6/6/2022).

Hal tersebut, lanjut Prof Tulus, seolah-olah pemerintah atau siapapun yang memutuskan kenaikan tarif tiket secara drastis itu mengabaikan kondisi masyarakat. Walaupun sampai saat ini masih dikategorikan sebagai wacana.

Ditambahkan pula oleh Prof Tulus, jika ingin agar tidak ada gejolak respons dari masyarakat, harus memperhatikan kondisi masyarakat. Jika tidak diperhatikan hal tersebut sebagai menyepelekan psikologi politik kebijakan umum.

Baca Juga: Bonus untuk Atlet Penyumbang Medali SEA Games Vietnam Segera Dibagikan, Berikut Rinciannya...

”Jika dilihat dari psikologi politik pengaduan kebijakan, kebijakan tersebut terlalu ekstrem keterlaluannya,” tandas Prof Tulus.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X