• Selasa, 16 Agustus 2022

Mengaku Dukun Sakti, Korban Diajak Berhubungan Badan Selama 4 Tahun

- Kamis, 2 Juni 2022 | 19:17 WIB
Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menunjukan pelaku dan barang bukti penipuan.  (Wahyu Imam Ibadi)
Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menunjukan pelaku dan barang bukti penipuan. (Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO, harianmerapi.com - Polres Sukoharjo menangkap satu orang pelaku penipuan berkedok sebagai dukun sakti yang bisa memberikan harta karun peninggalan Bung Karno.

Korban tergiur hingga bersedia menuruti permintaan pelaku meminta uang dengan total Rp 70 juta dan diajak berhubungan badan sejak tahun 2018 sampai tahun 2022.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Kamis (2/6/2022) mengatakan, pelaku yakni RM (42) warga Kecamatan Sukoharjo dan korban SNR (52) warga Kecamatan Sukoharjo. Korban dan pelaku merupakan tetangga yang tinggal di satu lingkungan sama.

Baca Juga: Jwara Creative Hadirkan Indonesia Wonderful Night di Closing Dinner GPDRR 2022, Delegasi Luar Negeri Terkesima

Kronologis kejadian bermula saat korban bercerita kepada pelaku dengan niat ingin pisah dari suaminya. Sejak saat itu hubungan korban dengan pelaku semakin dekat. Pelaku bahkan memiliki niat jahat saat mengetahui korban sudah bercerai dari suaminya.

Korban usai bercerai dari suaminya bercerita kepada pelaku ingin memiliki banyak harta. Pelaku kemudian memanfaatkan korban dengan mengaku memiliki kenalan dukun sakti.

"Pelaku ini seakan-akan punya kenalan dukun sakti. Padahal pelaku sendiri itu yang mengaku dukun sakti dengan mengoperasikan dua unit handphone untuk berkenalan dan berkomunikasi dengan korban. Korban tergiur dan percaya dengan dukun sakti tersebut yang sebenarnya adalah pelaku itu sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Drone Air Berteknologi AI ala Mahasiswa UKDW Yogyakarta, Penyelamat Terumbu Karang dari Kapal Perusak

Kapolres menjelaskan, pelaku melakukan perbuatan dengan cara mengoperasikan dua unit handphone. Satu unit handphone dioperasikan dengan nama Sangaji untuk berkomunikasi dengan korban. Pelaku menawarkan kepada korban bisa memberikan harta karun peninggalan Bung Karno berupa perhiasan.

Aksi pelaku untuk menyakinkan korban dilakukan dengan meminta kepada pelaku mengambil perhiasan dibawah pohon pisang belakang rumah korban. Pelaku sebelumnya telah meletakkan barang berupa kalung emas imitasi di bawah pohon pisang tersebut agar korban percaya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X