• Senin, 23 Mei 2022

Ritual Menyesatkan Sang Dukun Cabul

- Senin, 17 Januari 2022 | 10:30 WIB
Tersangka dukun cabul saat diperiksa penyidik Polres Kulon Progo. (Foto: Amin Kuntari)
Tersangka dukun cabul saat diperiksa penyidik Polres Kulon Progo. (Foto: Amin Kuntari)

 

BARNO (63) warga Banaran Lor, Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo berlagak pilon, seolah-olah tidak bersalah telah menyetubuhi Bunga (16), sebut saja begitu, warga Magelang. Sebelum ditangkap polisi, kepada wartawan ia mengatakan mengobati Bunga dengan cara gaib, antara lain dengan menghisap alat vital serta menyetubuhinya.

Benar-benar edan kelakuan Barno ini. Mana ada mengobati dengan cara begituan ? Bahkan ia mengklaim cara pengobatan semacam itu sudah mendapat persetujuan Bunga dan orangtuanya. Tentu Barno sedang membual untuk menutupi kedoknya sebagai dukun cabul. Ia pun masih sesumbar bahwa pasiennya berasal dari berbagai daerah di luar DIY.

Tapi anehnya, pengurus RT setempat tidak mengetahui bahwa Barno adalah dukun. Mereka tahunya Barno adalah orang biasa yang rajin beribadah. Tentu ini sangat membahayakan, dan boleh jadi korbannya tidak hanya Bunga. Mana ada mengobati kok dengan berhubungan seks ?

Baca Juga: Inter Milan Ditahan Imbang Atalanta, Rawan Tergusur AC Milan di Puncak Klasemen

Apapun dalihnya, Barno tak bisa berkelit dari jeratan hukum. Karenanya, begitu menerima laporan dari pihak korban, polisi langsung menangkapnya. Barno kini telah ditahan. Dikhawatirkan, bila orang seperti ini tidak ditangkap akan banyak memakan korban. Ia pun terancam hukuman 15 tahun penjara karena telah mencabuli anak di bawah umur.

Kasus ini mestinya menjadi pelajaran bagi para orangtua agar jangan mudah mempercayakan pengobatan anaknya kepada orang yang mengaku dukun atau orang pintar yang ujung-ujungnya malah melakukan pencabulan. Dukun cabul macam Barno sebenarnya bukan fenomena baru.

Mereka seolah menyembunyikan kelakuan cabulnya di balik ritual yang mereka sebut mengusir roh jahat, ilmu hitam dan sebagainya. Ritual ini menyesatkan dan hanya bohong-bohongan untuk menutup kedok cabulnya. Padahal, tujuannya semata hanya untuk mencabuli korban demi memuaskan birahi.

Baca Juga: 41 Napi Klasifikasi Bandar dan Pengedar Narkotika Lapas Semarang Dipindah ke Nusakambangan

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengembangan Sifat Bawaan Manusia

Jumat, 20 Mei 2022 | 06:03 WIB

Etos Kerja dalam Islam

Sabtu, 14 Mei 2022 | 05:30 WIB
X