Waspada, Predator Seksual Berwajah Dukun Cabul

photo author
Hudono, Harian Merapi
- Jumat, 14 Januari 2022 | 11:00 WIB
Ilustrasi (Dok Harian Merapi)
Ilustrasi (Dok Harian Merapi)



DI zaman serba modern ini masih saja da yang percaya dengan pengobatan supranatural. Ketika anak sakit, bukannya dibawa ke dokter, tapi malah dibawa ke orang pintar atau yang mengaku sebagai dukun.


Itulah yang dilakukan orangtua Bunga (16), sebut saja begitu, warga Magelang Jateng yang mempercayakan pengobatan putrinya kepada Barno (63), warga Banaran Lor Sentolo Kulonprogo.

Berdalih mengobati Bunga yang dikatakan terkena ilmu hitam, yakni di dalam perutnya ada besi, Barno pun melakukan terapi dengan caranya sendiri yang ternyata malah memperkosa korban, atau setidak-tidaknya mencabulinya hingga beberapa kali. Dalihnya, untuk mengeluarkan besi di dalam perutnya, Bunga harus mengikuti kemauan Barno sang dukun cabul.

Baca Juga: Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud Ditahan di Rutan KPK

Bahkan, pelaku pun menakut-nakuti, bila besi di dalam perutnya tidak diambil, maka Bunga kelak tak bisa punya keturunan. Anehnya, baik Bunga maupun orangtuanya percaya begitu saja pada sang dukun cabul.

Hingga akhirnya Bunga tak tahan lagi dan menceritakan apa yang ia alami kepada orangtuanya. Dari situlah orangtua Bunga lapor ke polisi dan segera meringkus pelaku di kediamannya, Banaran Lor Sentolo.

Tindakan Barno bakal dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun. Fenomena kekerasan terhadap anak belakangan marak di masyarakat. Modusnya beragam, mulai dari iming-iming mendapatkan pekerjaan berpenghasilan besar hingga tipuan berkedok dukun. Bunga termasuk kategori yang disebut terakhir ini.

Baca Juga: AC Milan Singkirkan Genoa Lewat Tambahan Waktu dalam Coppa Italia

Sangat disayangkan orangtua Bunga tidak jeli memantau pengobatan anaknya. Mana ada mengobati dengan cara disetubuhi ? Barno bukanlah dukun, tapi sehari-hari profesinya buruh tani. Entah bagaimana ia dikenalkan dengan orangtua Bunga yang kemudian berlanjut dengan tindak kekerasan seksual berkedok pengobatan.

Sebenarnya, orang yang mengenalkan orangtua Bunga dengan si dukun cabul bisa pula dimintai pertanggungjawaban. Sebab, jika tidak diperkenalkan dengan Barno, Bunga mungkin tidak menjadi korban perkosaan atau pencabulan.


Namun sejauh ini kerabat Bunga yang memperkenalkan Barno masih berstatus sebagai saksi. Atau boleh jadi, kerabat Bunga memang tidak tahu bahwa orang yang dianggapnya bisa mengobati itu ternyata predator seksual.

Baca Juga: 10 Pemain Arsenal Tahan Imbang Liverpool pada Leg Pertama Semifinal Piala Liga Inggris

Masyarakat harus hati-hati terhadap predator anak yang menggunakan modus perdukunan atau mengobati dengan cara supranatural. Bukannya sang dukun mengobati, tapi malah memuaskan hawa nafsunya dengan cara keji, memperkosa atau mencabuli korbannya. (Hudono)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sepuluh cara menjaga persaudaraan sejati

Sabtu, 18 April 2026 | 17:00 WIB

Menjaga kebersihan hati

Jumat, 17 April 2026 | 17:00 WIB

Tujuh Indikator Kebahagiaan Hidup

Jumat, 17 April 2026 | 06:02 WIB

Delapan golongan manusia yang dicintai Allah SWT

Rabu, 15 April 2026 | 17:00 WIB

Zaman Edan, dan Ruh yang Mencari Jalan Pulang

Rabu, 15 April 2026 | 16:10 WIB

Relaksasi dan Kompetensi WPOP di Era Coretax

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB

Hikmah haji dan umrah

Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

Al-Quran tentang keutamaan bekerja keras

Senin, 13 April 2026 | 17:00 WIB

Guyub-Rukun demi Kedamaian

Senin, 13 April 2026 | 13:00 WIB

Hikmah Umrah dan Haji

Senin, 13 April 2026 | 07:00 WIB
X