• Rabu, 1 Desember 2021

Kecamatan Sagaranten Sukabumi KLB Keracunan Massal

- Senin, 25 Oktober 2021 | 22:14 WIB
Keluarga korban saat menjenguk kerabatnya yang mengalami keracunan usai menyantap nasi kotak yang dibagikan dalam acara keagamaan di Kampung Babakansirna, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Antara/HO)
Keluarga korban saat menjenguk kerabatnya yang mengalami keracunan usai menyantap nasi kotak yang dibagikan dalam acara keagamaan di Kampung Babakansirna, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jabar. (Antara/HO)

SUKABUMI, harianmerapi.com - Kasus keracunan massal yang terjadi di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) karena jumlah korban yang banyak atau lebih dari tiga orang dan kemungkinan besar masih bisa bertambah.

"Penetapan KLB ini berdasarkan jumlah korban yang banyak, terus bertamah dan membutuhkan penanganan cepat. Meskipun belum diketahui penyebab utamanya tetapi kasus dugaan keracunan ini sudah masuk dalam kriteria KLB," kata Kepala Puskemas Sagaranten Sudarna di Sukabumi, Senin (25/10/2021).

Menurut Sudarna, dugaan awal keracunan massal warga Kampung Babakansirna, Desa Cibaregbeg, disebabkan oleh makanan berupa paket nasi kotak berisi nasi, olahan daging dan mie telor yang dikonsumsi mereka saat acara keagamaan pada Minggu (24/10).

Baca Juga: Begini Awal Mula Varian Delta Masuk Kudus Menurut Bupati Hartopo

Usai menyantap hidangan yang diberikan panitia acara, awalnya kondisi kesehatan warga tidak mengalami gangguan, namun setelah beberapa jam kemudian warga yang mengkonsumsi hidangan itu mulai menunjukkan gejala keracunan, seperti pusing, mual, lemas, muntah-muntah hingga sering buang air besar (BAB).

Jumlah korbannya pun terus bertambah dan berlipat ganda dalam waktu singkat dan seluruhnya menunjukan gejala yang sama. Selain itu, pengakuan dari para korban yang dievakuasi ke Puskesmas Sagaranten juga sama yakni mengalami gejala keracunan usai menyantap nasi kotak.

Walaupun hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikirim pihaknya ke Labkesda Kabupaten Sukabumi belum diketahui, tapi kuat dugaan mereka keracunan akibat mengkonsumsi makanan yang sama.

Baca Juga: Kecelakaan Maut TransJakarta, Anies Jenguk Korban di RS Budhi Asih

"Sampai Senin malam jumlah warga yang mengalami gejala keracunan mencapai 42 jiwa, 28 orang sudah pulang karena hanya mengalami gejala ringan dan 14 lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Sagaranten dan kondisi kesehatannya semakin membaik," tambahnya.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

13 Kios Milik IPB di Dramaga Bogor Terbakar

Senin, 22 November 2021 | 10:37 WIB

Ini Kronologi Bandar Narkoba Tabrak Polisi di Cirebon

Minggu, 21 November 2021 | 19:33 WIB

KKB Beli Amunisi dari Hasil Menjual Emas Pendulangan

Minggu, 21 November 2021 | 17:19 WIB

Wapres : MUI Harus Lebih Waspada Rekrut Anggota

Jumat, 19 November 2021 | 20:35 WIB
X