• Selasa, 26 Oktober 2021

BMKG Peringatkan Masyarakat Mewaspadai Gelombang Tinggi. Terutama di Laut Selatan Jabar, Jateng, Hingga DIY

- Sabtu, 18 September 2021 | 13:06 WIB
Ilustrasi - Posisi kapal Pengayoman IV setelah ditarik dari lokasi kecelakaan ke dekat Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jumat (17/9/2021).  (ANTARA/Sumarwoto)
Ilustrasi - Posisi kapal Pengayoman IV setelah ditarik dari lokasi kecelakaan ke dekat Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jumat (17/9/2021). (ANTARA/Sumarwoto)

CILACAP, harianmerapi.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pengguna jasa kelautan untuk waspada terhadap gelombang tinggi yang masih berpotensi terjadi di laut selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasalnya, tinggi gelombang baik di perairan selatan Jabar-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jabar-DIY berpotensi mencapai kisaran 4-6 meter dan masuk dalam kategori sangat tinggi.

"Oleh karena itu, kami kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jabar-DIY dan Samudra Hindia selatan Jabar-DIY yang berlaku hingga hari Minggu (19/9) serta akan diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut," kata analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan di Cilacap, Jateng, Sabtu (18/9/2021).

Rendi menjelaskan, peningkatan tinggi gelombang tersebut dipengaruhi oleh keberadaan sistem tekanan rendah 1.008 hPa di Laut China Selatan sebelah timur Filipina.

Baca Juga: Pasca Penutupan Tempat Hiburan di Pati, Ditemukan Ada yang Hamil dan Hanya Pindah Kontrak Rumah

Selain itu, angin di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-selatan dengan kecepatan 5-25 knot.

"Embusan angin yang cenderung searah dengan kecepatan tinggi berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di laut. Oleh karena itu, kami mengimbau para pengguna jasa kelautan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang tinggi di laut selatan Jabar-DIY," katanya menjelaskan.

Disinggung mengenai peristiwa terbaliknya kapal Pengayoman IV di perairan utara Pulau Nusakambangan pada hari Jumat (17/9), Rendi mengatakan berdasarkan data pada Automatic Weather Station (AWS) yang terpasang di Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC), kecepatan angin saat kejadian berkisar 10-15 knot atau kategori sedang dengan arah embusan dari tenggara.

Baca Juga: Jessica Tokoh Antagonis Baru Sinetron Ikatan Cinta?, Netizen Curiga Kolaborasi dengan Elsa untuk Balas Dendam

Ia memperkirakan kecepatan angin antara PPSC dan Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, saat kapal Pengayoman IV terbalik tidak jauh berbeda.

"Kalau untuk tinggi gelombang, kami memang tidak ada alat ukur real time, namun saat kejadian diperkirakan berkisar 1,25-2,5 meter dan masuk kategori sedang. Sementara untuk arus dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 5-10 centimeter per detik, sedangkan kondisi cuaca cerah berawan," katanya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Susulan Guncang Ambarawa

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 11:13 WIB

Gempa Guncang Salatiga dan Ambarawa

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 09:56 WIB
X