• Selasa, 26 Oktober 2021

Pasca Penutupan Tempat Hiburan di Pati, Ditemukan Ada yang Hamil dan Hanya Pindah Kontrak Rumah

- Sabtu, 18 September 2021 | 12:58 WIB
Para perempuan penghibur yang terjaring operasi yustisi.  (Foto: Alwi Alaydrus)
Para perempuan penghibur yang terjaring operasi yustisi. (Foto: Alwi Alaydrus)

PATI, harianmerapi.com - Buntut ketegasan petugas untuk menutup tempat hiburan  karaoke dan LI Margorejo, malah memunculkan kasus baru.

Dari 6 Pemandu Karaoke (PK) yang terkena razia, ternyata ada satu perempuan dalam kondisi hamil delapan bulan. Selain itu, para perempuan penghibur, hanya pindah mengkontrak rumah supaya tetap bisa melayani tamu-tamunya.

Sebagaimana diberitakan media ini, tim gabungan Polres Pati dan Satpol PP mengamankan 102 orang, yang terdiri pemandu karaoke (PK) dan pengunjung. Penggrebekan di Juwana dan Pati Kota tersebut merupakan operasi yustisi.

Baca Juga: Alvi Syahrin: Penulis Menjadi Golongan Sebaik-baiknya Manusia yang akan Mendapatkan Pahala Jariyah

Petugas melakukan penggrebekan di tempat karaoke Alaska, Maharani, Diva, Dewa 9, dan Romantika. Hasil tes swab, dari 102 orang yang terjaring, 6 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Mereka kemudian diisolasi dan swab PCR di RSUD Soewondo Pati.

Dari 6 PK yang positif Covid-19 dan diisolasi di RSUD Soewondo Pati, ternyata ada yang dalam kondisi hamil 8 bulan. Namanya, sebut saja namanya Iis (26), berasal dari Bandung (Jabar).

Kepala Satpol PP Pati, H Sugiyono AP MSi mengungkapkan, 6 PK yang terjaring razia, masih dirawat di ruang Wijaya Kusuma RSUD Soewondo.

Baca Juga: Harimau Smarabumi Lawan Santet 2: Sengketa Air dan Batas Sawah Membuat Dendam Membara

"Kita obatkan dulu, supaya Covidnya sembuh. Jadi, belum ada agenda untuk mengembalikan PK yang hamil ke orangtuanya di Bandung' ujarnya, Sabtu (18/9/2021).

Direktur Advokasi Nasional, Maskuri Alfathy SH MH mendesak pemkab Pati supaya memberi atensi khusus terhadap kasus tersebut. "Pemkab Pati agar membebaskan beaya persalinan" ujarnya.

Sedang Pimpinan Joeang Pati, Fatkurohman SH mengungkapkan, jika kasus PK hamil bisa diungkap secara keperdataan melalui tes DNA anak yang lahir nanti. "Kasus menarik sangat menarik di Pati" ucapnya.

Baca Juga: Kisah dan Pesona Ratu Kalinyamat 4: Bela Pati Suami dengan Sumpah 'Tapa Wuda Sinjang Rambut'

Sementara itu, pasca penutupan tempat mesum Lorong Indah (LI), Kampung Baru dan Ngemblok City Margorejo, membuat mantan penghuninya kontrak rumah. Sehingga mereka tetap bisa melayani tamu-tamunya.

Dari sejumlah pekerja seks komersial (PSK) beralih tempat operasi di rumah kos, sebanyak tiga pasang non suami istri, digrebek petugas.

Para pasangan yang berasal dari berbagai daerah ini diketahui berasal dari Purwodadi, Kudus, Demak dan orang Pati sendiri. *

 

 

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Susulan Guncang Ambarawa

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 11:13 WIB

Gempa Guncang Salatiga dan Ambarawa

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 09:56 WIB
X